Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyatakan fasilitas rumah hunian sementara (Huntara) yang disiapkan Danantara untuk korban bencana di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang sudah sesuai arahan Presiden.
"Kami kemari untuk melihat dan mengawal perkembangannya. Alhamdulillah perkembangan pertama yang saya lihat, masukan dan saran dari Presiden telah diakomodir bahwasanya perlu ada plafon supaya jangan panas," kata Muhammad Qodari saat melakukan pengecekan, di Aceh Tamiang, Kamis (15/1).
Selain itu, Qodari juga menyampaikan bahwa pada gelombang pertama sudah ada masyarakat pengungsi yang mulai masuk ke hunian, dan semuanya merasa senang.
"Saya tanya kenapa senang?. Kata warga ya, pak kalau di tenda itu kalau turun hujan air tergenang dan kalau siang panas gitu. Jadi di sini Insya Allah kondisi kami menjadi lebih baik," ujarnya.
Di kompleks huntara seluas 5,2 hektare itu, Qodari juga melihat banyak fasilitas penunjang seperti dapur umum kemudian taman bermain anak-anak, klinik kesehatan dan lain-lain.
Baca juga: KSP pastikan kenyamanan huntara sesuai arahan Presiden
Bahkan, sebelum penghuni Huntara masuk, tim dari Kementerian Kesehatan sudah memantau situasi kondisi dan melakukan mitigasi penyemprotan fogging nyamuk.
Dirinya menilai, lokasi Huntara ini sangat bagus dan strategis. Di depannya terdapat jalan lintas provinsi, banyak warung atau kegiatan ekonomi. Lalu, disekitarnya juga ada kompleks perumahan dan masjid besar yang diapit oleh dua kompleks Huntara Danantara.
"Jadi kita melihat perkembangan ini adalah bukti nyata dari kerja nyata dan gerak cepat pemerintah," katanya.
Selama di Aceh Tamiang Qodari keliling ke beberapa tempat, seperti sekolah dan pesantren terdampak banjir yang kini sudah aktif. Kemudian tempat-tempat kegiatan ekonomi ATM, mini market hingga berkunjung ke warung kopi (warkop) yang sudah buka.
Adapun agenda lain KSP di Aceh Tamiang di antaranya meninjau progres hunian tetap (Huntap) dan serah terima bantuan Water Purifier KSP sekaligus Huntap yang dibangun Polri sebanyak 150 unit di wilayah Kejuruan Muda.
Baca juga: Kastaf Kepresidenan apresiasi Polri atas pembangunan hunian tetap
Sementara Ketua UMKM Tangguh Berkibar yang juga istri KSP Muhammad Qodari, Ancilla Yanni Irmella juga memberikan bantuan makanan ringan/snack untuk anak-anak sekolah yang dikunjungi.
Sementara itu, Koordinator Pelaksanaan Proyek Huntara Danantara, Jusuf Sitorus mengatakan saat ini pihaknya merampungkan rumah yang sudah berdiri sempurna sebanyak 600 unit.
Dan sekarang, tinggal menunggu kesiapan dari pemerintah daerah untuk mapping warga segera masuk ke huntara sesuai zona-zona yang sudah disiapkan.
"Dari 600 unit huntara setiap hunian rumah terus ditambah 120 toilet, 14 dapur umum, ada klinik dan ada tempat bermain anak juga, itulah sebagai fasilitas umum," kata Jusuf.
Camat Karang Baru, Fachrurrazi Syamsuyar melaporkan jumlah pengungsi yang sudah masuk Huntara Desa Simpang Empat Upah sebanyak 154 KK berasal dari pengungsian Dusun Citra Tiga, Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru.
"Nanti menyusul 179 KK dari kawasan perumahan banjir, Desa Bundar baru kemudian direlokasi lagi pengungsi dari Kecamatan Kota Kuala Simpang," demikian Fachrurrazi.
Baca juga: KSP: Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang dapat perhatian khusus
Baca juga: Kastaf Kepresidenan serahkan penjernih air untuk korban bencana Aceh
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































