KSP cek huntara di Simpang Opak Aceh, pengungsi pindah bertahap

3 weeks ago 18

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari minggu ini mengecek pembangunan hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh Danantara di Desa Simpang Opak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang jumlahnya mencapai 600 unit.

Qodari menyatakan para pengungsi, yang sebelumnya tinggal di tenda dan posko pengungsian, akan dipindahkan secara bertahap ke unit-unit hunian sementara.

"Kami mengecek langsung huntara yang disiapkan Danantara. Kabar baiknya, pengungsi yang selama ini berada di tenda akan segera dipindahkan ke huntara ini," kata Qodari selepas mengecek hunian, Kamis (15/1), sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Qodari menjelaskan kunjungannya ke Aceh Tamiang minggu ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di sejumlah kota/kabupaten di Aceh. Di kompleks huntara yang dibangun oleh Danantara, KSP Qodari mengingatkan kontraktor untuk memastikan hunian sementara untuk para pengungsi nyaman.

Oleh karena itu, sejumlah perbaikan pun telah dilakukan, termasuk di antaranya pemasangan plafon untuk mengurangi panas di dalam hunian, serta penyediaan tempat tidur untuk masing-masing hunian.

Pemasangan plafon sebagai pelapis atap itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo, yang sebelumnya meminta adanya pelapis di bawah atap sehingga hunian tidak terasa panas.

"Huntara ini sudah dipasang plafon. Jadi, tidak panas lagi. Kita juga sudah lihat ada yang pakai ranjang, yang belum menyusul, sedang dalam proses," ujar Qodari.

Qodari kemudian menjelaskan kompleks huntara di Simpang Opak cukup strategis, karena kawasannya ramai dan mudah diakses. Di sekitar lokasi hunian, ada akses jalan raya, masjid, pemukiman warga, warung-warung, dapur umum, klinik kesehatan, dan area bermain anak. Kemudian, tepat di sebelah kompleks huntara, pemerintah juga membangun hunian tetap (huntap) untuk para pengungsi sehingga jika nantinya bangunan itu rampung para pengungsi dapat menempati hunian tetap.

"Ini bukan lokasi terpencil. Lebih layak dan manusiawi dibandingkan dengan tinggal di tenda. Di sini fasilitas dasar tersedia, dan di sebelahnya juga sedang dibangun hunian tetap," kata KSP Qodari.

Dalam siaran resmi yang dikeluarkan Kantor Staf Presiden, Koordinator HAKA Pembangunan Huntara Aceh Tamiang, Yusuf Sitorus, menyampaikan per Kamis sore ada 154 kepala keluarga (KK) yang telah pindah dari posko pengungsian dan mulai mengisi unit-unit huntara. Warga yang dipindahkan ke huntara di Simpang Opak itu berasal dari Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru.

Desa Sukajadi merupakan salah satu daerah yang cukup parah terdampak banjir bandang. Sebanyak 300 rumah rusak dan hilang karena hanyut terbawa arus banjir bandang.

Yusuf menyebut tahapan pemindahan warga dari tenda pengungsian ke huntara berlangsung selama kurang lebih 2 pekan. "Pemindahan dilakukan bertahap agar penempatan warga lebih tertata dan nyaman," kata dia.

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |