Komisi VII: Industri pakan harus berdaya saing kelola bahan baku lokal

5 days ago 2
Bila berbicara terkait rantai pasok atau sistem, perusahaan dan industri pakan ternak ini menjadi bagian penting terutama dalam pencapaian swasembada pangan,

Lampung Selatan (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mengatakan bahwa industri pakan ternak harus mampu berdaya saing dengan melakukan pengelolaan bahan baku lokal di daerah.

"Bila berbicara terkait rantai pasok atau sistem, perusahaan dan industri pakan ternak ini menjadi bagian penting terutama dalam pencapaian swasembada pangan," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim di Lampung Selatan, Jumat.

Ia mengatakan, dengan peningkatan kebutuhan pakan ternak yang semakin tinggi. Perusahaan yang berperan sebagai offtaker dalam hilirisasi komoditas lokal, harus mampu berdaya saing di dalam ekosistem industri pakan ternak.

Provinsi Lampung yang merupakan daerah dengan hasil produktivitas di sektor pertanian cukup tinggi pun perlu memperkuat industri pakan untuk mendukung adanya hilirisasi komoditi lokal.

Baca juga: Pemerintah perkuat industri pakan nasional demi kemandirian pangan

"Kami akan mendorong ini sebab ada program Desa Industri. Sehingga kami ingin memastikan industri pakan memiliki daya saing tinggi, dengan melakukan peninjauan di lapangan dan sebenarnya industri pakan ternak relatif tidak ada masalah selain permasalahan bahan baku, yang kami coba bantu untuk kembali memaksimalkan bahan baku lokal," katanya.

Dia menjelaskan, industri pakan ternak saat ini telah menggunakan bahan baku lokal dalam operasional, sebagai contohnya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang sudah menggunakan baku lokal dengan persentase 50 persen dari total produksi pakan ternak.

Meski begitu masih ada sejumlah hal yang perlu diwaspadai yakni penggunaan bahan baku impor, sebab akan merugikan pelaku usaha kecil dari beragam produk turunan sektor peternakan.

"Industri pakan harus bisa berdaya saing dengan pengelolaan bahan baku lokal, namun perlu berhati-hati dalam pelaksanaan kebijakan terutama terkait bahan baku impor jangan sampai kebijakan yang kurang pas membuat turbulensi," ucap dia.

Baca juga: Kementan dorong industri pakan ikut stabilkan harga ayam hidup

Menurut dia, dengan harga pakan ternak yang terjaga, maka akan membantu mencegah adanya kenaikan harga pangan yang dapat merugikan pedagang, UMKM, dan masyarakat.

"Kita menghindari adanya permasalahan di industri pakan ternak, sebab pakan itu menjadi komponen terbesar di sektor peternakan, UMKM, dan stabilitas pangan. Jadi perlu hati-hati dan kami pun membantu memastikan industri-industri di bidang pakan ternak ini tidak punya persoalan," tambahnya.

Tanggapan tambahan dikatakan oleh Vice President Head Of Feed Operations Sumatera PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Anwar Tandiono.

"Karena secara nasional kami menjadi pabrik pakan ternak terbesar kedua, tentu kami berkomitmen selalu menghasilkan produk yang berkualitas. Kemudian untuk harga mampu bersaing dan tentunya berkesinambungan," ujar Vice President Head Of Feed Operations Sumatera PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Anwar Tandiono.

Ia mengatakan, pihaknya telah menyalurkan pakan ternak secara berkelanjutan serta rutin, dan menggunakan bahan baku yang diserap dari petani lokal untuk mendukung kesejahteraan petani.

"Sampai hari ini sejak import jagung itu dilarang oleh pemerintah, harga jagung bisa dikatakan selalu di atas HPP petani. Dan bisa lihat bersama seberapa besar penyerapan jagung kami, karena industri tetap konsisten menggunakan jagung lokal. Sebab jagung lokal secara kualitas baik untuk menghasilkan pakan ternak berkualitas," tambahnya.

Menurut dia, penggunaan bahan baku jagung lokal pun dapat membantu perusahaan agar lebih efisien saat melakukan penyimpanan di gudang.

"Kalau dulu saat harus impor, satu kali impor jumlahnya 6.000-7.000 ton, maka harus menyiapkan tempat. Tapi kalau pakai jagung lokal ini datang 10-20 truk dahulu dicicil perlahan jadi lebih sederhana, mudah, efisien bagi kami yang terkadang kesulitan karena kapasitas ruang penyimpanan terbatas," katanya.

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |