KKP gelar survei pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang Pantura

1 week ago 8
  • Senin, 26 Januari 2026 14:37 WIB

Kondisi sejumlah infrastruktur tiang listrik dan bekas fondasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok lama yang telah hilang terdampak limpasan air laut ke daratan (rob), abrasi serta penurunan muka tanah di pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan Balai Operasional Pengelolaan Pesisir dan Laut (BOPPJ) menyelesaikan survei hidro-oseanografi di Teluk Jakarta dan Perairan Semarang meliputi data hidro-oseanografi, data geologi kelautan, hingga data kerentanan wilayah pesisir terhadap abrasi dan banjir rob sehubungan dengan krisis iklim, sebagai dasar rencana pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura). ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj.

Kondisi sejumlah infrastruktur tiang listrik untuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok lama yang telah hilang terdampak limpasan air laut ke daratan (rob), abrasi serta penurunan muka tanah di pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan Balai Operasional Pengelolaan Pesisir dan Laut (BOPPJ) menyelesaikan survei hidro-oseanografi di Teluk Jakarta dan Perairan Semarang meliputi data hidro-oseanografi, data geologi kelautan, hingga data kerentanan wilayah pesisir terhadap abrasi dan banjir rob sehubungan dengan krisis iklim, sebagai dasar rencana pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura). ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj.

Foto udara kawasan industri dan Pelabuhan Tanjung Emas di pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan Balai Operasional Pengelolaan Pesisir dan Laut (BOPPJ) menyelesaikan survei hidro-oseanografi di Teluk Jakarta dan Perairan Semarang meliputi data hidro-oseanografi, data geologi kelautan, hingga data kerentanan wilayah pesisir terhadap abrasi dan banjir rob sehubungan dengan krisis iklim, sebagai dasar rencana pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura). ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj.

Foto udara alur muara Sungai Banjir Kanal Timur Semarang lama pada masa kolonial Belanda 1896-1903 yang telah menjadi dermaga sekaligus tanggul laut perkampungan nelayan Tambaklorok pascarevitalisasi 2015-2024 untuk meningkatkan penanggulangan banjir luapan sungai dan limpasan air laut ke daratan (rob) wilayah Semarang bagian timur, di pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan Balai Operasional Pengelolaan Pesisir dan Laut (BOPPJ) menyelesaikan survei hidro-oseanografi di Teluk Jakarta dan Perairan Semarang meliputi data hidro-oseanografi, data geologi kelautan, hingga data kerentanan wilayah pesisir terhadap abrasi dan banjir rob sehubungan dengan krisis iklim, sebagai dasar rencana pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura). ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |