Kesalahan diet esktrem dalam mengontrol kolesterol 

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kolesterol tinggi dapat menyebabkan 4,4 juta kematian setiap tahun, dan seringkali masyarakat salah kaprah dalam melakukan diet yang bisa menurunkan kolesterol.

Ditulis laman Hindustan Times, Rabu (4/2), dokter Sermed Mezher mengatakan saat menerima diagnosis kolesterol tinggi memicu rasa urgensi muncul dan mempertimbangkan diet ketat atau pembatasan terhadap semua lemak dalam makanan.

Reaksi naluriah ini berasal dari keinginan untuk 'membersihkan' arteri secepat mungkin, tetapi defisit kalori yang tiba-tiba dan drastis justru dapat menjadi bumerang.

Baca juga: Menguak paradoks efek kopi terhadap kolesterol tubuh

"Ketika tubuh memasuki keadaan semi-kelaparan, hati secara paradoks dapat meningkatkan produksi kolesterol untuk menjaga integritas membran sel dan sintesis hormon selama krisis yang dirasakan,” kata dokter tersebut.

Tubuh membutuhkan sejumlah kolesterol untuk membuat hormon, vitamin D, dan zat-zat yang membantu mencerna makanan.

Melakukan diet ekstrem dapat menurunkan tingkat metabolisme basal dan menyebabkan efek 'rebound' yang membuat profil lipid lebih buruk dari sebelumnya.

Baca juga: Tujuh sayuran beku rekomendasi dietisien untuk jaga kadar kolesterol

Mezher membagikan metode mengurangi kolesterol yang dapat dilakukan sehari-hari dan berkelanjutan yakni mengurangi asupan lemak trans yang sering ditemukan dalam margarin, gorengan, biskuit, dan kue kering.

"Anda dapat mengetahui apakah lemak trans ada atau tidak dengan mencari minyak nabati terhidrogenasi atau sebagian terhidrogenasi dalam daftar bahan. Produsen menambahkan ini untuk meningkatkan umur simpan makanan, tetapi juga meningkatkan kolesterol jahat dan mengurangi kolesterol baik, HDL,” ia memperingatkan.

Metode kedua untuk mengontrol kadar kolesterol adalah dengan meningkatkan asupan ikan berlemak atau mengonsumsi omega-3 dari ikan segar daripada suplemen, yang dapat meningkatkan HDL dan mengontrol trigliserida.

Baca juga: Dokter: Hipertensi hingga kolesterol jadi penyerta orang kena stroke

Terakhir, ia merekomendasikan untuk meningkatkan asupan serat, yang mana 85 hingga 90 persen orang dewasa di AS dan Inggris tidak melakukannya.

Menurut dokter Mezher, target yang sulit dicapai adalah 30 gram serat per hari karena serat mengikat asam empedu yang kaya kolesterol di usus, sehingga memungkinkan asam empedu tersebut dikeluarkan daripada diserap.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan kadar LDL darah secara signifikan, yang merupakan faktor risiko penting terjadinya pengerasan arteri dalam jangka panjang yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Baca juga: Ingin kolesterol turun tanpa obat? Coba konsumsi 8 buah ini

Baca juga: Sakit kepala akibat kolesterol tinggi: Gejala, penyebab, cara atasinya

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |