Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dan komprehensif dalam menangani dampak rentetan gempa dan bencana ikutan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Jemmy Setiawan menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah situasi krisis tidak sekadar bersifat seremonial. Intensitas kunjungan Menteri PU yang berkali-kali turun langsung ke lapangan (termasuk pada 15-18 Agustus, 23-26 Agustus, dan 28 Agustus 2026) membuktikan keseriusan kementerian dalam mengawal tuntas pemulihan infrastruktur.
"Kementerian Pekerjaan Umum bekerja dengan satu urutan yang jelas: membuka akses, memastikan layanan dasar tersedia, memeriksa tingkat kerusakan, lalu menyiapkan penanganan lanjutan," ujar Jemmy Setiawan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dalam rentang waktu kurang dari dua pekan, seluruh akses jalan dan jembatan nasional yang terputus kini telah difungsionalkan kembali 100 persen guna menjamin kelancaran jalur evakuasi, distribusi logistik, dan pergerakan tenaga kesehatan.
"Urutan ini penting karena setiap ruas jalan yang terputus dapat menghambat pertolongan, setiap sumber air yang terganggu dapat memperbesar risiko kesehatan, dan setiap fasilitas publik yang belum dinilai dapat menimbulkan bahaya baru bagi masyarakat," kata Jemmy Setiawan.
Baca juga: KemenPUPR percepat penanganan infrastruktur jalan yang terdampak gempa
Berdasarkan data operasional, kerusakan infrastruktur pada bidang Bina Marga melanda 17 ruas jalan nasional yang memiliki 88 titik longsor dan 3 titik patahan. Selain itu, 14 jembatan dan 3 gorong-gorong (duiker) juga ikut terdampak.
Untuk mempercepat pembukaan akses, Kementerian PU mengerahkan kekuatan alat berat dalam skala besar, meliputi 39 ekskavator, 14 wheel loader, 2 truk tronton, 1 dump truck, serta 2.600 unit bronjong. Dari bidang Sumber Daya Air (SDA) juga dikerahkan 13 ekskavator serta disiagakan drilling rig dan truck crane.
Jemmy Setiawan menjelaskan bahwa pencapaian fungsional 100 persen ini adalah respons kedaruratan yang mutlak diperlukan agar mobilitas pulih kembali.
"Fungsional 100 persen tentu tidak berarti seluruh penanganan permanen telah selesai. Maknanya, keadaan darurat berhasil dilewati agar operasi tanggap darurat dapat berlangsung, sementara perbaikan yang lebih permanen disiapkan berdasarkan hasil verifikasi teknis," katanya.
Selain konektivitas jalan, penyediaan layanan dasar seperti air dan sanitasi juga menjadi fokus utama Kementerian PU. Di tengah sistem infrastruktur yang terganggu, bidang Cipta Karya telah mendistribusikan 90 hidran umum, 12 mobil tangki air, dan 46 toilet portabel, serta memobilisasi tambahan belasan mobil tangki.
Baca juga: Wamen PU: Infrastruktur rusak di NTT masih diidentifikasi
Sementara itu, bidang sumber daya air (SDA) telah memverifikasi 41 infrastruktur, mulai dari bendungan, irigasi, sumur air baku, hingga infrastruktur pengaman pantai, guna menentukan tingkat keamanan serta prioritas perbaikannya.
Langkah pemulihan dari Kementerian PU juga menjangkau ruang-ruang kehidupan sosial masyarakat. Saat ini, penanganan tengah dilakukan terhadap total 650 fasilitas. Rinciannya meliputi 238 fasilitas kesehatan (54 telah diperiksa), 300 fasilitas ibadah (74 telah diperiksa), serta 112 fasilitas pendidikan keagamaan (23 telah diperiksa).
Peninjauan juga dilakukan merata tanpa membedakan latar belakang masyarakat, seperti yang terlihat pada pengecekan gereja di Dampek dan masjid di Reok.
"Bencana mungkin datang tanpa dapat kita jadwalkan, tetapi respons negara tidak boleh berjalan tanpa arah," kata Jemmy. "Di NTT, arah itu telah ditetapkan dengan jelas: selamatkan konektivitas, lindungi layanan dasar, pulihkan ruang kehidupan masyarakat, dan bangun kembali dengan ketangguhan yang lebih baik," kata Jemmy Setiawan.
Baca juga: BPBD NTT: 7.968 rumah dan 744 fasum-infrastruktur rusak akibat gempa
Baca juga: ITS kirim bantuan dan tim asesmen infrastruktur ke NTT pascagempa
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































