Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan merencanakan revitalisasi Benteng Kuto Besak sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan warisan budaya dan sejarah di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Jumat (11/9) telah meninjau Benteng Kuto Besak untuk melihat kondisi bangunan benteng serta membahas rencana revitalisasi benteng tersebut.
"Kita akan melakukan revitalisasi dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palembang," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta pada Sabtu.
"Namun, ini tetap memerlukan studi yang tepat, walaupun kita harapkan prosesnya dapat berjalan lebih cepat," kata Fadli.
Kementerian Kebudayaan bersama Pemerintah Kota Palembang akan melakukan kajian komprehensif mengenai perencanaan dan pelaksanaan revitalisasi Benteng Kuto Besak.
Revitalisasi Benteng Kuto Besak diharapkan bisa dimulai tahun 2026 dengan fokus awal pada Bastion 1 serta diselesaikan secara bertahap hingga tahun depan.
Menteri Kebudayaan mengatakan bahwa Benteng Kuto Besak dibangun tahun 1797, pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin.
Benteng itu, menurut dia, merupakan warisan budaya penting yang perlu dilindungi dan dioptimalkan pemanfaatannya.
Baca juga: Fadli Zon sebut kolaborasi kunci pengembangan Benteng Kuto Besak
Benteng Kuto Besak telah mengalami perubahan akibat penumpukan material dan reruntuhan yang terjadi dari masa ke masa.
Dasar lantai Bastion 1 serta saluran air awal di kawasan benteng itu telah ditemukan dalam ekskavasi awal.
Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa revitalisasi benteng akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi awal bangunan dan sejarah yang melekat pada Benteng Kuto Besak.
Selain merencanakan revitalisasi, Kementerian Kebudayaan akan melakukan kajian untuk mendukung pengusulan Benteng Kuto Besak sebagai cagar budaya nasional.
Revitalisasi dan upaya pelestarian Benteng Kuto Besak diharapkan dapat mendukung pengoptimalan fungsinya sebagai bagian dari ekosistem wisata sejarah dan budaya di sekitar Sungai Musi dan Jembatan Ampera.
"Keberadaan benteng yang bersejarah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan sekaligus memberikan pengalaman sejarah dan budaya yang lebih utuh bagi masyarakat dan wisatawan," kata Fadli.
Pemerintah Kota Palembang mendukung pelaksanaan revitalisasi Benteng Kuto Besak.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa membuka peluang kerja sama dengan perusahaan swasta dan perusahaan daerah dalam upaya perbaikan bastion di Benteng Kuto Besak.
Selain mengupayakan revitalisasi Benteng Kuto Besak, Kementerian Kebudayaan mendorong revitalisasi objek kebudayaan seperti Museum Sultan Badaruddin II, Museum A.K. Gani, dan Museum Sriwijaya di Palembang.
Baca juga: Jembatan Ampera penuhi syarat jadi cagar budaya nasional
Baca juga: Museum SMB II Palembang pamerkan Songket Limar Bunga Cogan
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































