Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian RI membidik peluang kerja sama teknis dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA), terutama pada penguatan kesehatan hewan dan penerapan biosekuriti nasional guna meningkatkan ketahanan pangan nasional.
"Kementerian Pertanian melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama teknis dengan USDA, khususnya di bidang kesehatan hewan dan biosekuriti," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Kementerian Pertanian menyambut kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian Amerika Serikat untuk Urusan Perdagangan dan Pertanian Luar Negeri (Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs USDA) Luke J. Lindberg di Jakarta.
Menurut Agung, kunjungan itu menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Agung mengatakan dalam kunjungan tersebut, Lindberg melibatkan puluhan eksportir dan pelaku agribisnis Amerika Serikat.
Agenda pertemuan difokuskan pada pendalaman dialog perdagangan pertanian yang saling menguntungkan, termasuk tindak lanjut perundingan perjanjian perdagangan resiprokal Indonesia-Amerika Serikat.
Agung menegaskan penguatan kerja sama internasional harus tetap mempertimbangkan keberlanjutan subsektor peternakan nasional.
Menurut dia, peternak rakyat dan produsen kecil merupakan fondasi penting dalam sistem pangan nasional yang perlu dilindungi dan diperkuat.
“Peternak rakyat dan produsen kecil adalah tulang punggung subsektor peternakan kita," ujarnya.
Dia menuturkan setiap kerja sama perdagangan perlu dikaji secara cermat agar tidak hanya mendorong arus perdagangan, tetapi juga mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi peternak dalam negeri.
Oleh karena itu, menurut dia, dengan adanya kerja sama maka dapat meningkatkan daya saing subsektor peternakan nasional di tengah dinamika perdagangan global.
Ia menegaskan penguatan biosekuriti, alih teknologi, inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan peternakan nasional.
"Melalui kerja sama teknis, kami berharap dapat mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk peternakan,” ungkap Agung.
Sementara itu, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memimpin misi dagang ke Jakarta dengan tujuan memperluas akses pasar, meningkatkan ekspor produk pertanian Amerika, serta memanfaatkan peluang yang terbuka melalui Perjanjian Perdagangan Timbal Balik AS-Indonesia.
Misi itu melibatkan 41 perusahaan agribisnis, organisasi perdagangan, serta perwakilan dari tiga departemen pertanian tingkat negara bagian.
Wakil Menteri Pertanian AS Luke J. Lindberg menilai misi itu sebagai langkah konkret untuk menerjemahkan peluang perjanjian dagang menjadi transaksi nyata.
“Misi ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mengubah peluang dari perjanjian dagang bersejarah dengan Indonesia menjadi penjualan nyata bagi petani dan produsen Amerika," katanya.
"Indonesia adalah salah satu pasar terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, dengan permintaan yang terus meningkat terhadap produk pertanian berkualitas tinggi dari Amerika Serikat,” tambah Lindberg.
Ia menambahkan perjanjian perdagangan timbal balik AS-Indonesia membuka peluang besar bagi ekspor produk pertanian kedua negara, sekaligus memperkuat kemitraan pertanian kedua negara secara berkelanjutan.
Baca juga: Kementan minta peternak perkuat biosekuriti cegah demam babi Afrika
Baca juga: Mentan: Kualitas bawang putih Lombok Timur kompetitif dibanding impor
Baca juga: Kementan perkuat pengendalian penyakit hewan ternak jelang Ramadhan
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































