Kemenhub siagakan personel-alat berat jalur KA daerah rawan bencana

6 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiagakan personel dan alat berat di jalur kereta api yang dipetakan rawan bencana guna memastikan keselamatan serta kelancaran angkutan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.

"DJKA menyiagakan personel dan alat berat berupa sarana penolong di sejumlah titik rawan bencana guna mengawal kelancaran arus mudik masyarakat yang akan berlangsung jelang Idul Fitri 1447 Hijriah," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono saat mendampingi kunjungan Reses Komisi V DPR RI di Semarang sebagaimana keterangan di Jakarta, Sabtu.

Dia menyampaikan khusus di Semarang dan sekitarnya pihaknya akan melakukan pemantauan di titik-titik yang sering terjadi bencana banjir, tanah labil, dan longsor.

"Serta titik-titik rawan di sepanjang jalur guna mengantisipasi banjir seperti yang terjadi pada awal tahun ini,” ujar Allan.

Ia menuturkan sejumlah penanganan telah dilakukan seperti pancang rel, pemasangan cross drain, perkuatan sheet pile baja, normalisasi sungai, pengangkatan elevasi jembatan dan rel dan akan dipantau 24 jam melalui CCTV dan sensor yang ditempatkan di sekitar area tersebut.

Lebih lanjut, Allan menyebut di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, penempatan Alat Material untuk Siaga (AMUS) juga dilakukan di 62 titik yang tersebar di seluruh area tersebut. AMUS disiagakan sebagai alat penanganan darurat di titik-titik rawan bencana ketika bencana terjadi.

Penanganan itu sejalan dengan pemetaan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) yang tersebar di seluruh wilayah kerja DJKA. Pemantauan dan penanganan Dapsus itu dilakukan secara kolaboratif dengan pihak operator maupun pemerintah daerah setempat agar mengurangi risiko bencana yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.

Di samping melakukan pemantauan Dapsus, Allan mengungkapkan pihaknya tengah mengupayakan penyelesaian rangkaian ramp check.

Dia menyebutkan per Sabtu (21/2), DJKA telah merampungkan ramp check pada total 3.571 sarana perkeretaapian yang akan dioperasikan saat masa angkutan Lebaran.

Baca juga: KAI tingkatkan fasilitas di Stasiun Maos Cilacap sambut Lebaran 2026

“Terdapat sekitar 4.181 sarana yang perlu dilakukan ramp check untuk Lebaran ini, terdiri dari 326 unit lokomotif, 2.119 unit kereta ditarik lokomotif, 103 unit KRD dan 1.633 unit KRL, dan saat ini kami masih terus menghimpun data dari teman-teman balai yang melakukan ramp check di lapangan,” jelas Allan.

Adapun pelaksanaan ramp check sarana telah dilakukan sejak tanggal 2 Februari 2026 di seluruh wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian di bawah DJKA guna memastikan kelaikan operasional dalam menunjang arus mudik maupun arus balik jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Selain ramp check sarana, Allan mengungkapkan DJKA telah menggelar ramp check standar pelayanan minimum (SPM) di stasiun, inspeksi keselamatan sarana dan prasarana perkeretaapian, serta akan menggelar Posko Harian Bidang Perkeretaapian untuk memantau dan memastikan kelancaran pergerakan masyarakat.

Terkait dengan angkutan Lebaran 2026 dengan moda kereta api, Allan menyebutkan kapasitas angkut kereta api antarkota yang akan tersedia sebanyak 3,58 juta tempat duduk, dengan prediksi puncak mudik pada Rabu, 18 Maret 2026 dan puncak balik pada Selasa, 24 Maret 2026.

Total sekitar 384 perjalanan kereta api per hari untuk layanan kereta api antar kota yang nantinya akan beroperasi selama masa Angkutan Lebaran 2026 dan masyarakat diharapkan dapat menghindari tanggal-tanggal yang diprediksi menjadi puncak arus mudik maupun arus balik untuk mencegah terjadinya penumpukan di stasiun.

“Kami terus upayakan agar persiapan menyambut hajat akbar ini dapat berlangsung optimal sehingga perjalanan mudik masyarakat nantinya dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat,” kata Allan.

Baca juga: KAI Semarang pastikan 173 sarana laik operasi Angkutan Lebaran 2026

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |