Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stabilitas harga pangan seperti daging sapi dan ayam ras di Pasar Gembrong, Kota Bogor,Jabar tetap dalam batas wajar sesuai harga acuan penjualan (HAP) tingkat konsumen.
"Hasil pemantauan lapangan menunjukkan tidak terjadi lonjakan signifikan, sementara pasokan tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat," kata Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu 21/2)..
Dia menyampaikan pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang periode meningkatnya permintaan selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Sarwo menyebutkan berdasarkan hasil pengecekan langsung, harga daging sapi terpantau stabil di angka Rp140.000 per kilogram dan masih berada dalam rentang acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menegaskan kondisi harga dan pasokan daging di Pasar Gembrong relatif terkendali. Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan stabilitas harga menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Dari hasil pemantauan kami di Pasar Gembrong Bogor, harga daging masih sesuai HAP. Tidak ada kenaikan signifikan dan pasokan tersedia dengan baik. Harga daging sapi Rp140.000 per kilogram dan masih sesuai HAP pemerintah," jelas Sarwo.
Untuk komoditas protein hewani lainnya, harga daging ayam ras stabil di kisaran Rp40.000 per kilogram dengan stok yang cukup. Kemudian telur ayam ras berada di harga Rp31.000 per kilogram atau sekitar Rp1.000 di atas HAP.
Selain daging, harga beras juga terpantau stabil. Beras premium berada di kisaran Rp14.600–Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.400–Rp 13.500 per kilogram.
Harga gula curah berkisar Rp17.500 per kilogram, dan bawang putih Rp33.000 per kilogram, masih dalam rentang acuan pemerintah.
Tekanan harga terjadi pada cabai, yang mana cabai merah keriting sekitar Rp60.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp100.000–Rp120.000 per kilogram.
Sebagai langkah stabilisasi, pemerintah telah melakukan intervensi melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dengan mendorong distribusi stok cabai rawit merah dari produsen ke pasar-pasar induk.
Rencananya, pasokan yang dikirim ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) diharga sekitar Rp45.000 per kilogram pada tingkat petani, diserap pedagang Rp50.000 per kilogram, dan ditargetkan dilepas ke konsumen di kisaran Rp60.000–Rp65.000 per kilogram.
"Dengan harga produsen tetap terkendali, ini akan berdampak positif ke HAP di tingkat konsumen dan harga perlahan bisa turun,” lanjut Sarwo.
Sarwo juga menegaskan stabilitas harga pangan strategis selama Ramadhan merupakan arahan langsung Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Atas hal itu, pengendalian harga dan pasokan pangan menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.
"Pemerintah memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri. Stabilitas harga dan ketersediaan pasokan menjadi prioritas agar petani, pedagang, dan konsumen sama-sama terlindungi," katanya.
Agus, pedagang daging sapi di pasar itu, mengatakan harga saat ini Rp140.000 per kilogram, namun untuk pembelian dalam jumlah besar masih bisa diberikan harga Rp138.000 per kilogram.
"Sekarang harga Rp140.000 per kilogram, kalau beli banyak bisa Rp138.000. Mudah-mudahan tidak naik lagi. Memang seminggu sebelum puasa masih Rp125.000, sekarang sudah Rp140.000 per kg,” kata Agus sambil melayani pembeli.
Baca juga: Bapanas: Satgas Saber cegah oplos beras di NTB atasi anomali pangan
Baca juga: Bapanas panggil importir untuk jaga stabilitas harga bawang putih
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































