Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kesiapan ekspor ratusan ton bumbu khas Indonesia dan jutaan paket makanan siap saji ke Arab Saudi guna melayani kebutuhan konsumsi jamaah saat ibadah haji di Tanah Suci.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj Jaenal Effendi menyampaikan langkah tersebut diambil untuk memaksimalkan perputaran uang di dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM.
"Tahun ini kita maksimalkan bumbu dengan cita rasa Indonesia. Ada sekitar 22 jenis bumbu. Total tonasenya sekitar 400 ton lebih," ujar Jaenal saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa.
Baca juga: Arab Saudi membeli makanan siap saji Indonesia untuk kebutuhan haji
Jaenal memperkirakan perputaran uang untuk bumbu pasta saja mencapai Rp63,36 miliar. Bumbu-bumbu tersebut, lanjutnya, telah lolos uji rasa dan sertifikasi ketat.
Selain bumbu, fokus utama lainnya adalah penyediaan makanan makanan siap saji, khususnya untuk dikonsumsi jamaah saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), dimana kondisi di lapangan tidak memungkinkan adanya aktivitas memasak di dapur umum.
Sebanyak 3,9 juta paket makanan siap saji disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kemenhaj telah menunjuk 10 perusahaan penyedia bumbu dan 10 perusahaan penyedia makanan siap saji yang telah memenuhi kualifikasi ketat, termasuk izin ekspor dari otoritas pengawas obat dan makanan Arab Saudi (SFDA).
Baca juga: Kemenhaj targetkan kirim 600 ton bumbu khas Indonesia untuk haji 2026
"Mereka memiliki kualifikasi ekspor ke Saudi dari SFDA. Kita sudah lakukan test food dan cita rasanya sudah Indonesia semua. Ini peluang besar bagi masyarakat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk merasakan dampak pelaksanaan ibadah haji," kata Jaenal.
Strategi tersebut diharapkan dapat mengubah pola lama, dimana keuntungan ekonomi haji lebih banyak dinikmati oleh pemasok dari negara lain seperti Thailand, Filipina, atau Australia.
Dengan ekspor langsung, kata dia, Kemenhaj berupaya memastikan bahwa dana haji sebesar belasan triliun rupiah dapat kembali mengucur ke masyarakat Indonesia.
Baca juga: Kemenhaj: Meski biaya konsumsi haji turun, gramasi alami kenaikan
Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































