Makassar (ANTARA) - Kasubag Administrasi Keuangan, Kemendagri Andi Sutra Rimba, menyampaikan Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan merupakan salah satu yang paling siap menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Di Luwu Timur ini ada 15 wilayah 3T, tetapi meskipun tantangan jarak dan akses yang cukup jauh, Luwu Timur mampu menyiapkan infrastruktur dapur MBG dengan baik," ujar Andi Sutra dalam keterangannya di Makassar, Rabu.
"Pada tahap ketiga nanti, seluruh elemen pelaksanaan akan disatukan dalam satu koordinasi terpadu di daerah,” sambungnya saat bertemu Bupati Luwu Timur.
Audiensi ini bertujuan untuk memaksimalkan kesiapan dapur MBG di Kabupaten Luwu Timur serta memastikan seluruh proses pelaksanaan dapat berjalan efektif, transparan, dan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
Baca juga: 36 SPPG MBG di daerah 3T Lampung segera dibangun
Dalam kesempatan ini, dirinya juga mengapresiasi daerah itu atas kesiapan dan respon cepat dalam menindaklanjuti koordinasi terkait MBG.
"Pemkab merespon cepat. Data yang kami butuhkan terkait progres dapur MBG dapat diperoleh dengan baik,” ungkapnya.
Sementara Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, mengatakan siap mendukung penuh program MBG ini, termasuk percepatan pelaksanaan.
Irwan menegaskan Luwu Timur termasuk daerah yang paling siap dalam melaksanakan program MBG. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) untuk merancang jadwal dan mempercepat penyaluran.
Baca juga: Anggota DPR ingatkan MBG perlu diprioritaskan di daerah 3T
Baca juga: Mendagri: MBG bidik pemenuhan gizi dan hidupkan ekonomi daerah 3T
“Kita berupaya agar seluruh persiapan, termasuk jadwal distribusi dan penyediaan bahan makanan lokal, dapat dirancang dengan baik agar program ini berjalan tepat waktu,” tambahnya.
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































