Jakarta (ANTARA) - Beberapa peristiwa humaniora terjadi di Tanah Air di sepanjang hari Jumat (11/9). Di antaranya, Tim SAR masih dalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ungkap 31 nama obat herbal serta suplemen kesehatan ilegal.
Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca.
Tim SAR masih dalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau
Tim SAR gabungan masih mendalami dan menelusuri penemuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau apakah alat keselamatan tersebut berhubungan dengan tim jurnalis hilang kontak dan hingga kini masih dalam proses pencarian.
"Untuk hasil identifikasi pelampung, kami sudah berkoordinasi dengan Polda, termasuk Polairud. Hari ini, kami akan mendalami lagi, pemeriksaan tentang objek yang ditemukan tersebut, jadi saya harap teman-teman bersabar, nanti dari teman-teman Polairud akan menyampaikan hasil penyelidikan dan hasil pemeriksaannya seperti apa," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad di Pos SAR Marina Carita,
Selengkapnya baca di sini
SAR perluas pencarian jurnalis hilang ke empat sektor di hari keempat
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 13 kapal di hari keempat pencarian lima jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau ke empat sektor.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebutkan ke-13 alutsista yang diterjunkan untuk operasi hari keempat yakni KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.
"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," katanya di Pos SAR Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat.
Selengkapnya baca di sini
Tim SAR pusatkan pencarian jurnalis di radius terdekat Anak Krakatau
Tim SAR gabungan memusatkan pencarian jurnalis yang hilang kontak di radius terdekat dari Gunung Anak Krakatau pada hari keempat operasi pencarian.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengemukakan, pencarian dipusatkan pada empat sektor dan satu sektor khusus di pulau-pulau yang berjarak kurang lebih 3 km dari Gunung Anak Krakatau.
"Untuk sektor khusus di luar empat sektor sebelumnya, kami mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten. RIB 02 itu kembali ke Dermaga Marina pada pukul 15.31 WIB melakukan penyisiran di sekitar anak Gunung Krakatau, sampai mencari di tiga titik pulau tersebut (Pulau Rakata, Pulau Sertung, Pulau Panjang) dan mereka menyisir di darat," kata Amrad di Pandeglang, Banten, Jumat.
Selengkapnya baca di sini
BPOM ungkap 31 nama obat herbal hingga suplemen kesehatan ilegal
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 31 Obat Bahan Alam (OBA) atau herbal dan suplemen kesehatan ilegal, dan 30 diantaranya mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), selama pengawasan periode Mei-Juni 2026.
Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Jumat, mengatakan dari 31 produk, 15 produk mencantumkan Nomor Izin Edar (NIE) fiktif dan 16 produk tidak terdaftar di BPOM. Produk tanpa izin edar atau yang menggunakan NIE fiktif tidak memiliki jaminan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu, karena tidak melalui evaluasi BPOM.
"Produk yang mengandung BKO dipromosikan dengan beragam klaim, mulai dari stamina pria/obat kuat, pegal linu/asam urat/nyeri sendi/rematik, gatal-gatal, batuk, pelangsing, hingga penambah berat badan," kata Taruna Ikrar.
Selengkapnya baca di sini
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































