Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa bidang ekonomi terjadi pada Senin (26/1), mulai dari Komisi XI DPR RI menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap Thomas bisa mempertimbangkan fiskal di kebijakan moneter.
Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:
Komisi XI DPR RI setujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI
Komisi XI DPR RI melalui Rapat Internal telah memutuskan untuk menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026.
Baca selengkapnya di sini
Thomas usul sinergi fiskal--moneter baru, bukan lagi "burden sharing"
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono mengaku ingin memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter pada level likuiditas dan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca selengkapnya di sini
Pemerintah bidik Rp25 triliun dari penerbitan SBN perdana ORI029
Pemerintah resmi menerbitkan instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 sebagai pembuka masa penawaran tahun ini dengan target indikatif awal senilai Rp25 triliun.
Baca selengkapnya di sini
Menko AHY bidik infrastruktur Aceh membaik sebelum Ramadhan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membidik situasi infrastruktur Aceh membaik sebelum bulan Ramadhan yang jatuh pada pertengahan Februari 2026.
Baca selengkapnya di sini
Purbaya harap Thomas bisa mempertimbangkan fiskal di kebijakan moneter
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap Thomas Djiwandono, salah satu Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), bisa mempertimbangkan kepentingan fiskal dalam penyusunan kebijakan moneter.
Baca selengkapnya di sini
Pewarta: Aji Cakti
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































