Yinchuan (ANTARA) - Dalam sebuah sesi konsultasi jarak jauh, Ma Yan, seorang pakar pengobatan tradisional China (traditional Chinese medicine/TCM) dari Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut, yang saat ini bekerja di Benin, Afrika Barat, merawat seorang pasien lokal yang menderita kelumpuhan wajah perifer (peripheral facial paralysis) melalui platform telemedis TCM China-Benin.
"Pasien tersebut, yang telah menderita (kelumpuhan wajah perifer) selama lebih dari lima bulan, menunjukkan kondisi yang membaik setelah perawatan sebelumnya. Telekonsultasi dengan para pakar di Ningxia ini membuat kami dapat merancang rencana perawatan yang lebih aman dan efektif berdasarkan riwayat medis pasien," ujar Ma kepada Xinhua melalui WeChat.
Ningxia telah mengirimkan tim medis ke Benin untuk melaksanakan misi bantuan medis sejak 1975. Hingga 2024, daerah tersebut telah mengirimkan total 28 kelompok tim medis, yang mencakup bidang-bidang seperti penyakit dalam, bedah, kebidanan dan ginekologi, pediatri, dan TCM.
Diluncurkan pada 2023, platform telemedis TCM China-Benin memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memungkinkan kolaborasi waktu nyata (real-time) antara tim medis di Benin dan spesialis China, berbagi data, dan memanfaatkan perangkat-perangkat seperti sistem diagnosis TCM cerdas berbantuan realitas tertambah (augmented reality/AR).
Inisiatif ini telah memfasilitasi lebih dari 300 diagnosis jarak jauh, meningkatkan perawatan pasien sekaligus melatih tenaga profesional lokal.
Selain di Benin, inovasi digital seperti diagnosis berbantuan AI dan perangkat pintar yang dapat dikenakan (wearable) semakin diminati di seluruh dunia.
Dalam Pameran China-Negara-Negara Arab (China-Arab States Expo) baru-baru ini, Ningxia meluncurkan sebuah platform kerja sama "Perawatan kesehatan plus internet" (internet plus healthcare).
Menurut kalangan pakar dan akademisi di bidang kecerdasan digital dalam TCM, teknologi digital dan AI sedang mentransformasi lanskap layanan perawatan kesehatan secara mendalam, menciptakan peluang baru untuk meningkatkan efisiensi layanan medis dan menaikkan standar manajemen kesehatan.
Du Yong, direktur komisi kesehatan Ningxia, menekankan bahwa upaya tersebut melibatkan para pakar terbaik untuk memberikan layanan jarak jauh bagi negara-negara Arab.
Saat ini, penerapan komprehensif dari teknologi-teknologi kecerdasan digital dalam perawatan kesehatan, seperti diagnosis berbantuan AI, perangkat pemantauan wearable cerdas, robot akupunktur dan pijat pintar, serta produk TCM dan produk terapi diet berbasis TCM, terus mendapatkan pengakuan dan penerimaan secara global.
Shi Jinyu dari Universitas Pengobatan China Nanjing (Nanjing University of Chinese Medicine) mengatakan bahwa sistem deteksi konstitusi berbasis AI mereka telah digunakan di luar negeri.
Dia berharap produk-produk TCM pintar akan membantu menghadirkan manfaat pengobatan tradisional China kepada masyarakat di seluruh dunia.
Seorang mahasiswa asal Kamboja yang belajar di Universitas Kedokteran Ningxia (Ningxia Medical University), yang meminta untuk menggunakan nama China-nya, Chen Liying, berkata, "Robot medis canggih China dan teknik-teknik TCM, seperti akupunktur, populer di Kamboja, dikombinasikan dengan pengobatan Barat demi hasil yang lebih baik."
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































