KAI Daop 2 segera pasang palang pintu elektronik di perlintasan Cilame

2 hours ago 5

Bandung Barat (ANTARA) - PT KAI Daop 2 Bandung segera memasang palang pintu elektronik di perlintasan sebidang kereta api (KA) Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Manajer Humasda PT KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo di Bandung, Kamis, mengatakan pembangunan palang pintu elektronik dan pos penjagaan di lokasi tersebut telah dimulai sebelum terjadi insiden nyaris tertemper KA beberapa waktu lalu.

"Kalau pekerjaannya sudah dimulai sebelum adanya kejadian kemarin hampir terjadi temperan itu. Kita sedang mengerjakan, mulai dibuat pembangunan palang pintu dan pos PJL-nya," katanya.

Pemasangan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan yang memiliki frekuensi perjalanan KA cukup padat.

Perlintasan sebidang teregistrasi JPL 146 di antara petak Jalan Padalarang-Cimahi KM 142+696 itu saat ini masih dijaga sukarelawan menggunakan palang pintu manual.

Ia mengatakan perlintasan tersebut nantinya menjadi perlintasan sebidang resmi apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, termasuk tersedianya pos penjagaan, palang pintu, serta petugas yang memiliki sertifikat resmi.

Kuswardojo mengatakan pihaknya juga telah melakukan rekrutmen penjaga perlintasan, sedangkan proses sertifikasi petugas dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

"Jadi nanti tentunya di lokasi akan menjadi perlintasan sebidang yang resmi jika semua persyaratannya sudah dipenuhi. Ada pos penjagaan, palang pintu dan sudah dijaga oleh petugas yang bersertifikat resmi," ujar dia.

Menurut dia, frekuensi perjalanan KA di jalur Bandung-Padalarang cukup padat karena terdapat KA Feeder, KA jarak jauh, dan KA lokal.

"Jadi yang jelas begini pemasangan palang pintu dan pos jaga tujuannya untuk mengurangi terjadinya risiko kecelakaan lalu lintas. Karena kalau lihat frekuensi di lokasi itu memang cukup padat untuk traffic kereta api," katanya.

Ia menyebut pada 2023 terdapat kendaraan roda empat yang ditumpangi enam orang tertemper hingga terseret KA Feeder, sedangkan beberapa waktu lalu sejumlah sepeda motor juga nyaris tertemper KA karena kurang memperhatikan kondisi lalu lintas kereta api.

Kuswardojo mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati dan memprioritaskan perjalanan KA ketika melintasi perlintasan sebidang meskipun nantinya telah dilengkapi palang pintu elektronik.

"Karena sudah jelas regulasinya bahwa yang namanya pengguna jalan raya harus memprioritaskan perjalanan kereta api. Jadi, berhenti dulu sejenak tengok kanan kiri kalau aman baru melanjutkan perjalanan," imbuhnya.

PT KAI juga mengusulkan pembangunan perlintasan tidak sebidang berupa underpass atau flyover di lokasi tersebut sebagai solusi keselamatan jangka panjang sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |