Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyediakan layanan pengembalian tiket (refund) 100 persen bagi penumpang yang terdampak gangguan perjalanan kereta api akibat banjir di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo ditemui di Jakarta, Minggu, menjelaskan banjir yang masih terjadi di wilayah Pekalongan, yang masuk dalam Daop 4, berdampak langsung terhadap pola operasi perjalanan kereta api (KA) jarak jauh, sehingga perusahaan tersebut harus melakukan penyesuaian.
“Masih ada banjir di wilayah Pekalongan di Daop 4, Semarang sehingga demi keselamatan perjalanan KA, kami lakukan rekayasa pola operasi berupa pembatalan kereta api dan kereta api yang dialihkan rutenya dari jalur utara ke jalur selatan. Ini juga akibat dari kelambatan tinggi, karena adanya antrean di lokasi tersebut,” ujar Franoto.
Menurut dia, sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Penumpang yang terdampak diberikan opsi pengembalian tiket secara penuh maupun penjadwalan ulang (reschedule) perjalanan.
“Jadi, kami dari KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang kereta api yang terdampak akibat banjir ini. Bagi penumpang ataupun pelanggan, bisa melakukan refund tiket. Kami kembalikan tiket 100 persen dan bisa di-refund sampai dengan tujuh hari ke depan dari jadwal keberangkatan,” katanya lagi.
Untuk hari ini, tercatat sebanyak 10 perjalanan kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir dibatalkan, dengan total penumpang lebih dari 1.800 orang.
Sementara itu, di Stasiun Pasar Senen terdapat lima perjalanan kereta api yang dibatalkan dengan jumlah penumpang mencapai 1.059 orang.
Selain pembatalan, terdapat pula empat perjalanan kereta api yang dialihkan rutenya melalui jalur selatan.
Franoto menambahkan, keterlambatan perjalanan masih berpotensi terjadi akibat antrean kereta di lokasi terdampak banjir. KAI pun memberikan fleksibilitas kepada penumpang yang tidak berkenan melanjutkan perjalanan.
“Keterlambatan karena disana terjadi antrean ya, antrean tentu ada keterlambatan. Ya, itu tadi kami menyampaikan opsi kepada para penumpang atau pelanggan yang terlambat. Apabila tidak berkenan melanjutkan perjalanan karena kereta api yang terlambat bisa melakukan refund tiket atau me-reschedule keberangkatannya di lain hari,” ujarnya.
Ia menegaskan KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan koordinasi intensif dengan Daop 4 Semarang, khususnya kondisi prasarana, serta memantau perkembangan kondisi dan mengantisipasi langkah operasional selanjutnya.
Sementara itu, masyarakat yang perjalanannya terdampak akibat kondisi cuaca tersebut menyatakan langkah yang dilakukan oleh KAI sudah tepat, karena mereka bisa menyesuaikan perjalanan dengan akomodasi lain.
Seperti yang diungkapkan oleh Farel yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Semarang, yang seharusnya berangkat sekitar pukul 12.00 WIB.
"Ini kebijakan yang bagus, karena akhirnya kita dapat solusi yang gak harus nunggu lama-lama," katanya.
Meski demikian dirinya berharap, pihak KAI bisa memberikan alternatif transportasi lain yang disediakan langsung oleh perusahaan.
"Mungkin langsung bisa disediain transportasi lain selain kereta, dan itu sudah disediakan dari KAI," ucap Farel lagi.
Hal serupa juga disampaikan oleh Indra yang menyebut kebijakan refund itu sudah tepat, meski demikian dirinya tetap menyayangkan pembatalan perjalanan imbas banjir tersebut.
"Udah booking hotel, udah bolak-balik stasiun, mestinya diganti semua," kata Indra yang memesan tiket perjalanan Jakarta-Surabaya.
Untuk data pembatalan, hingga hari ini tercatat sebanyak 989 penumpang telah melakukan pembatalan tiket di Daop 1, sementara pada hari sebelumnya terdapat sekitar 472 pembatalan tiket akibat dampak banjir tersebut.
Baca juga: KAI Purwokerto batalkan perjalanan Kamandaka-Purwojaya akibat banjir
Baca juga: KAI Madiun: Genangan air di Pekalongan tak berimbas keberangkatan KA
Baca juga: 145 penumpang KA Ciremai dialihkan ke KA Harina imbas banjir Pantura
Baca juga: KAI salurkan TJSL Rp32,24 miliar perkuat sosial-ekonomi masyarakat
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































