Manado (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan beberapa wilayah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara (Sulut) berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga 1 Februari 2026.
"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian," ajak Kepala Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Astrid Y Lasut di Manado, Senin.
Baca juga: BMKG: Waspada enam kabupaten-kota di Sulut berpotensi cuaca ekstrem
Astrid menjelaskan terdapat pusat tekanan rendah di bagian timur Filipina yang menarik massa udara di sekitar wilayah Sulawesi Utara, yang memberikan dampak tidak langsung berupa angin kencang di wilayah kepulauan.
Selanjutnya, nilai indikator fenomena cuaca global Southern Oscillation Index (SOI) berada pada nilai +10.8 dan Indeks ENSO di Nino 3.4 sebesar -0.91 yang berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Sementara labilitas lokal yang kuat mendukung pertumbuhan awan hujan disertai kilat/petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.
Astrid menjelaskan cuaca ekstrem pada esok hari berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa, sementara keesokan harinya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Pada Jumat (30/1), cuaca ekstrem berpeluang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Baca juga: BMKG: Waspada hujan disertai angin kencang di Sulut hingga 19 Desember
Baca juga: BMKG: Wilayah Sulut berpotensi cuaca ekstrem hingga 30 November
Pada hari Sabtu (31/1), cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Sementara di hari Minggu (1/2), cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































