Jakarta (ANTARA) - Pereli Indonesia, Julian Johan, berhasil menduduki posisi kelima Rally Dakar 2026, sekaligus meraih peringkat kelima di kategori Dakar Classic, berdasarkan hasil akhir yang dirilis panitia penyelenggara Dakar 2026.
“Bisa menyelesaikan Dakar di peringkat kelima overall pada kategri Dakar Classic sebenarnya di luar ekspektasi, karena tujuan awal memang untuk bisa mencapai garis finis. Apalagi kita tahu bahwa ajang Dakar itu tidak mudah, baik secara medan, maupun juga durasi dan jaraknya sehingga saya realistis untuk bisa finis,” kata Jeje dikutip dari keterangan tertulis, Senin.
Mengenai pencapaian lainnya, Jeje yang berkompetisi di kelas H.2 juga berhasil mengamankan peringkat ketiga pada kelas tersebut.
Baca juga: Rally Dakar 2026 jadi laboratorium uji ketahanan teknologi otomotif
“Treknya banyak didominasi dengan gurun batu dan gurun pasir, yang mana sangat menantang secara fisik terus kekuatan kendaraan, serta juga menjadi sebuah medan yang tidak biasa untuk dihadapi pereli Indonesia. Karena dengan medan seperti itu menurut saya membutuhkan talenta dan pengalaman lebih sehingga kita setiap hari berusaha untuk berhati-hati,” katanya menambahkan.
Kemudian, setelah berhasil menduduki peringkat ketiga di Kelas H.2 dan menempati peringkat kelima overall Dakar Classic 2026, Jeje, juga meraih keberhasilan berada di peringkat pertama untuk kategori Iconic Classic, di mana kategori ini ditujukan untuk pereli yang menggunakan mobil balap yang pernah digunakan pada ajang Paris Dakar.
Mengenai mobil balapnya tersebut, Jeje, menggunakan Toyota Land Cruiser 100 yang secara khusus dipersiapkan oleh tim balap asal Prancis, Compagnie Sahariene.
Baca juga: Julian Johan tiba di Arab Saudi untuk ikuti Rally Dakar 2026
Berdasarkan informasi dari Jeje, mobil SUV tersebut memang dibeli oleh tim ini dari Tim Toyota Jepang yang berhasil meraih kemenangan pada awal tahun 2000-an.
Beruntungnya, meskipun harus dihadapkan dengan medan ekstrem seperti gurun batu dan gurun pasir, Land Cruiser 100 tidak mengalami kendala berarti selama balapan. Tentunya, ini menjadi poin plus bagi Jeje sekaligus tim.
“Untuk LC100 Alhamdulillah tidak bermasalah dari awal sampai akhir, kita bisa setiap harinya mencapai finis dengan kondisi yang utuh dan tetap sehat. Jadi kalau yang sifatnya kerusakan lebih kepada kaitannya baret pada bodi, pada bagian bumper. Sementara untuk bagian lainnya dari awal sampai akhir semuanya aman,” ujarnya.
Baca juga: Pereli Indonesia Julian Johan tatap Rally Dakar 2026
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































