Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo bakal menambah jumlah personel Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Dinas Bina Marga untuk membantu menangani jalan berlubang di ibu kota ini.
“Kami tadi juga memutuskan PJLP di Bina Marga yang berjumlah 1.400 memang dirasakan kurang karena banyak yang pensiun. Saya dan Pak Wagub menyetujui untuk ditambah,” kata Pramono usai rapat terbatas penanganan banjir bersama jajarannya di Balai Kota, Kamis.
Terkait jumlah personel PJLP baru yang dibutuhkan, Pramono mengatakan, hal itu sedang dalam tahap perhitungan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Dinas Bina Marga yang akan menentukan hal tersebut bersama Asisten Pembangunan dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.
Baca juga: Bina Marga perbaiki 721 titik jalan rusak di Jakbar
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo mengatakan, personel PJLP baru tersebut akan ditugaskan untuk membantu menangani jalan berlubang di Jakarta.
“Jadi kami butuh PJLP saat ini. Kami punya PJLP 1.400-an. Yang menangani lubang itu cuma 755 orang se-Jakarta," katanya.
Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat, sebanyak 1.383 titik jalan berlubang yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta telah ditangani sejak 11 hingga 21 Januari 2026.
Baca juga: Perbaikan jalan rusak pascabanjir di Jakbar masih bersifat sementara
Penanganan jalan rusak tersebut dilakukan oleh Satuan Pelaksana Bina Marga mulai di tingkat kecamatan, suku dinas serta dinas.
“Pendataan terhadap jumlah titik kerusakan jalan masih terus dilakukan dan dapat mengalami pembaruan seiring proses verifikasi di lapangan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny.
Siti menyebutkan, penanganan yang dilakukan saat ini merupakan langkah sementara dan darurat. Penambalan dilakukan menyesuaikan kondisi cuaca yang belum menentu.
Ia memastikan Dinas Bina Marga akan melakukan perbaikan permanen menggunakan aspal hotmix ketika cuaca sudah lebih mendukung agar kualitas jalan lebih baik dan tahan lama.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































