Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur meningkatkan pembinaan dan pemberdayaan pemuda sebagai strategi jangka panjang untuk mencegah aksi tawuran yang kerap terjadi di wilayah setempat.
"Kita merangkul sejumlah kelompok pemuda yang suka tawuran, anak-anak muda kita edukasi, kita bina dan berikan apa yang mereka mau kita fasilitasi," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.
Menurut Munjirin saat Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) di Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu, penanganan tawuran tidak cukup dilakukan melalui pendekatan keamanan semata.
Apalagi akar persoalan tawuran berkaitan erat dengan masalah sosial dan ekonomi yang harus ditangani secara menyeluruh.
"Tawuran itu tidak hanya soal keamanan. Ada persoalan sosial, pekerjaan, hingga kondisi keluarga yang melatarbelakangi. Karena itu penanganannya harus komprehensif," katanya.
Baca juga: Polisi bubarkan tawuran puluhan pemuda di Jatinegara Jaktim
Sebagai upaya konkret, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur telah merangkul sejumlah kelompok pemuda yang sebelumnya kerap dicap negatif.
Hingga saat ini, sembilan kelompok telah dikumpulkan dan diajak berdialog untuk mencari solusi bersama agar mereka terlibat dalam kegiatan positif.
Munjirin menyebutkan, pembinaan dilakukan dengan menyalurkan minat dan bakat pemuda, salah satunya melalui olahraga tinju.
Sejumlah anggota kelompok bahkan telah mengikuti pertandingan hingga ke luar daerah dan menorehkan prestasi. "Ini menjadi bukti bahwa jika diarahkan dengan baik, mereka punya potensi dan prestasi," ujarnya.
Selain itu, Pemkot Jakarta Timur (Jaktim) saat ini juga tengah memproses penyediaan sarana latihan tinju di wilayahnya.
Baca juga: Polisi gunakan gas air mata hentikan eskalasi tawuran di Jaktim
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus alternatif kegiatan positif bagi remaja agar tidak terjerumus ke konflik jalanan.
Selain pembinaan olahraga, Pemkot Jakarta Timur juga mendorong kemandirian ekonomi pemuda melalui pengembangan usaha kecil, seperti sablon dan konveksi.
Pemesanan kebutuhan seragam dan pakaian di lingkungan Pemkot Jaktim mulai diarahkan kepada kelompok binaan tersebut.
"Kami coba libatkan mereka dalam kegiatan ekonomi. Kalau sudah punya penghasilan dan kesibukan, potensi konflik bisa ditekan," kata Munjirin.
Munjirin menegaskan, upaya ini dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, Polri serta elemen masyarakat lainnya.
Baca juga: Polisi tangkap tujuh remaja yang hendak tawuran di Palmerah Jakbar
Munjirin berharap, pendekatan pembinaan dan pemberdayaan dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk menciptakan Jakarta Timur yang lebih aman dan kondusif.
Sebelumnya, Pemkot Jaktim juga mendorong generasi muda untuk beralih dari perilaku tawuran menuju kegiatan positif dan berprestasi, salah satunya olahraga.
Seruan itu disampaikan oleh Wali Kota Jakarta Timur Munjirin setelah menerima Rivai Anwar alias Phalle, pemuda asal Jakarta Timur yang menjuarai ajang "Boxing Gladiator" di GOR Laga Satria Pakansari, Kabupaten Bogor, pada akhir pekan lalu.
Phalle yang dulu dikenal sebagai sosok yang kerap terlibat dalam aksi tawuran, kini justru menjadi inspirasi setelah meraih gelar juara tinju kelas 70 kilogram itu dengan mengalahkan lawannya dari Bogor.
Menurut Munjirin, keberhasilan Phalle bukan hanya prestasi olahraga, tetapi juga simbol perubahan positif anak muda Jaktim.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































