Jakpro perkuat kemampuan komunikasi publik melalui pelatihan

2 weeks ago 7

Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) memperkuat kemampuan komunikasi publik jajaran Direksi dan Direksi Anak Usaha Jakpro Group melalui pelatihan "Executive Training on Public Communication&Spokesperson Strategy".

Pelatihan ini sebagai upaya mendukung agenda pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan untuk menyampaikan narasi publik secara tepat, terukur dan berdampak,” kata Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, langkah ini juga bagian dari komitmen mendukung agenda pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

“Jakpro adalah wajah pembangunan Jakarta; setiap tindakan dan ucapan kita memiliki dampak publik yang besar,” ujar Iwan.

Baca juga: Perlintasan LRT Jakarta di atas Tol Wiyoto Wiyono telah tersambung

Sebagai BUMD yang memiliki tujuh Anak Usaha serta Strategic Bussiness Unit (SBU) yang mengelola proyek dan aset-aset strategis, Jakpro memandang komunikasi publik sebagai jangkar penting dalam menjaga kredibilitas
perusahaan, sekaligus memperkuat dukungan publik terhadap program pembangunan Jakarta.

Ia menambahkan, komunikasi yang selaras dan terkoordinasi dengan baik merupakan salah satu jangkar penting bagi Jakpro Group.

Pelatihan yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, menghadirkan dua narasumber di bidang komunikasi publik dan manajemen reputasi.

Yaitu Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim dan pakar komunikasi sekaligus Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI) periode 2020-2024 Jojo S. Nugroho.

Chico Hakim menekankan pentingnya keselarasan komunikasi antara BUMD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Proyek LRT Jakarta Fase 1B capai 80,57 persen

Ia menyampaikan bahwa BUMD memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menghadirkan pembangunan dan layanan publik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga pesan yang disampaikan harus mengandung nilai empati dan solusi.

Sedangkan Jojo S. Nugroho membahas pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika isu dan potensi krisis komunikasi, terutama di era keterbukaan informasi serta percakapan media sosial yang bergerak cepat.

Ia menekankan bahwa kecepatan merespon harus selalu diiringi dengan akurasi data dan disiplin dalam penyampaian pesan.

“Sebuah isu kecil dapat dengan mudah berkembang menjadi krisis besar yang
mengancam reputasi dan kredibilitas perusahaan. Karena itu, setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |