Istana sebut gedung MUI baru dibangun di lahan eks Kedutaan Inggris

4 hours ago 1
"Tanahnya (bekas Kedutaan Inggris),"

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang baru akan dibangun di lahan bekas Kedutaan Inggris, atau berada di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Hal itu sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyatakan telah menyiapkan lahan seluas 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI untuk pembangunan gedung MUI yang baru.

Saat ditanya awak media soal gedung menggunakan eks Kedutaan Inggris, Prasetyo menjawab singkat.

"Tanahnya (bekas Kedutaan Inggris)," kata Pras, sapaan akrabnya, saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa.

Ketika ditanya kembali soal pembangunan gedung itu dari nol, Pras membenarkan.

"Ya (pembangunan dari nol)," katanya singkat.

Meski tidak ingin merinci, Prasetyo menjelaskan bahwa anggaran pembangunan gedung MUI dapat diambil dari pos anggaran Kementerian Agama (Kemenag), maupun dari pos lainnya.

"Itu kan masalah cara menyalurkan Bisa lewat kemenag, bisa tidak lewat Kemenag," kata Pras.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan telah menyiapkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI, untuk pembangunan gedung yang akan digunakan MUI dan berbagai lembaga umat Islam.

"Dan hari ini, saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam," kata Presiden pada agenda pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2).

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa gedung tersebut direncanakan menjadi pusat aktivitas sejumlah institusi keislaman, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan organisasi kemasyarakatan Islam yang membutuhkan ruang perkantoran.

Ia menyebut rencana pembangunan gedung setinggi sekitar 40 lantai itu merupakan tindak lanjut dari permintaan Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang sebelumnya menyampaikan bahwa kantor MUI saat ini belum memiliki lokasi yang representatif.

"Saya pun maaf. Tidak tahu persis di mana kantor MUI. Tapi nanti kantor institusi-institusi Islam akan berada di jantungnya Ibu Kota Jakarta ini," katanya di sambut tepuk tangan hadirin.

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |