Hector Souto masih sesali kekalahan futsal Indonesia di laga final

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto mengaku masih menyesali kekalahan timnya atas Iran pada final PIala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu lalu.

"Masih terasa sakit," kata Souto membuka caption di unggahan Instagram resminya itu, Selasa.

Di laga final itu, Indonesia dikejutkan dengan gol cepat Iran. Namun, pasukan Garuda bangkit untuk membalikkan keadaan menjadi 3-1, sebelum kemudian disamakan menjadi 3-3. Pada waktu normal, Indonesia kembali unggul 4-3, namun Iran menyamakannya lagi menjadi 4-4.

Laga pun dilanjutkan ke babak tambahan waktu, dengan Indonesia mencetak gol yang hampir menyegel kemenangan mereka dengan skor 5-4 pada dua menit sebelum waktu usai.

Sayangnya, gol itu kembali disamakan oleh Iran menjadi 5-5 saat tambahan waktu menyisakan satu menit. Skor imbang itu dilanjutkan ke adu penalti dan di babak ini Indonesia kalah dengan skor 4-5.

Baca juga: Indonesia gagal juarai Piala Asia Futsal 2026 usai takluk dari Iran

"Saya masih tidak percaya sejauh apa kita telah melangkah dengan begitu kuat. Namun saya juga belum bisa memaafkan diri karena membiarkan sebuah final yang sudah ada di tangan kita terlepas," kata pelatih asal Spanyol tersebut.

Meski publik sudah sangat bangga dengan perjuangan Indonesia di Piala Asia Futsal 2026, Souto merasa masih ada yang janggal di dalam hatinya karena Indonesia seharusnya dapat memenangkan turnamen tersebut.

"Walaupun banyak yang memberi selamat, di dalam pikiran saya masih terasa bahwa kita seharusnya bisa melakukannya. Bahwa Indonesia pantas mendapatkannya," ucap Souto.

Baca juga: FFI jamin Hector Souto jadi pelatih timnas Indonesia hingga 2028

Kekalahan dari Iran menutup perjuangan bersejarah Indonesia di Piala Asia Futsal 2026, setelah pencapaian pada tahun ini menjadi yang terbaik mereka selama mengikuti ajang ini sejak debut pada 2002.

Pada akhirnya, momentum ini ingin dimanfaatkan Souto untuk terus menaikkan level futsal Indonesia, dengan target terbesar adalah bermain di Piala Dunia Futsal 2028.

"Kami ingin membawa kebahagiaan untuk seluruh negeri dan membuktikan bahwa futsal adalah olahraga masa depan ketika dijalankan dengan visi, perencanaan, dan keberanian,"

"Dan kita sudah melihatnya. Kita sudah membuktikannya," tutup pelatih 44 tahun kelahiran Chantada, Spanyol tersebut.

Baca juga: Futsal Indonesia, menunggu sejarah tanpa kehilangan arah

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |