Lausanne (ANTARA) - Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan pada Kamis (30/10) bahwa pihaknya akan mengambil arah baru untuk Olimpiade Esports (Olympic Esports Games).
Langkah itu diambil menyusul keputusan bersama untuk mengakhiri kerja sama yang sedang berlangsung dengan Komite Olimpiade dan Paralimpiade Saudi (SOPC) dan Esports World Cup Foundation (EWCF).
Keputusan itu menandai berakhirnya kolaborasi selama setahun yang bertujuan untuk meluncurkan edisi perdana Olimpiade Esports.
Menurut pernyataan IOC, pihak IOC, SOPC, dan Esports World Cup Foundation telah terlibat dalam diskusi ekstensif selama setahun terakhir, melanjutkan kemitraan mereka pada 2024 untuk mengembangkan konsep Olimpiade Esports.
Namun, setelah peninjauan dilakukan, "mereka sepakat untuk mengakhiri kerja sama mereka dalam penyelenggaraan Olimpiade Esports. Di saat yang sama, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengejar ambisi esports mereka masing-masing di jalur yang berbeda," menurut pernyataan tersebut.
IOC juga menekankan bahwa, meski ini menandai berakhirnya kolaborasi yang saat ini sedang berlangsung, pihaknya tetap berkomitmen pada visi jangka panjang Olimpiade Esports.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa IOC kini akan mempertimbangkan masukan berharga dari proses "Pause and Reflect," atau berhenti sejenak dan merenung, untuk merancang model kemitraan baru.
"Pendekatan ini akan menjadi peluang untuk semakin menyelaraskan Olimpiade Esports dengan ambisi jangka panjang Gerakan Olimpiade (Olympic Movement) dan untuk memperluas peluang yang dihadirkan oleh Olimpiade Esports, dengan tujuan menggelar Olimpiade perdana sesegera mungkin," papar IOC.
Keputusan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Esports perdana secara resmi diumumkan dalam Sesi IOC ke-142 pada Juli 2024.
Olimpiade tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung tahun ini, tetapi kemudian ditunda hingga 2027 sebagaimana diumumkan IOC pada Februari.
Sumber: Xinhua
Pewarta: Xinhua
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































