Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa "Indonesian Cultural Outlook 2026" menjadi upaya untuk membangun kerja sama, kemitraan dan kolaborasi dengan mitra pemerintah di berbagai negara.
“Ini bisa membangun kerja sama, kemitraan, kolaborasi, sinergi antara Kementerian Kebudayaan dengan semua partner kita di berbagai negara sebagai mandat konstitusi kita negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia,” ujar Fadli dalam sambutannya di Jakarta, Senin.
Terlebih, kata dia, dunia tengah mengalami chaos sebagaimana disampaikan oleh Sekjen PBB Antonio Guterres. Menurutnya budaya mampu menjadi obat mengatasi persoalan dunia bersama-sama.
“Kalau politik kadang memecah belah, kalau budaya biasanya yang menyatukan,” katanya lagi.
Dengan mengundang kurang lebih 60 negara-negara di dunia, ia berharap mampu menjalin kerja sama di bidang kebudayaan yang meliputi warisan budaya, koleksi museum, penguatan dan pengembangan kapasitas SDM.
Baca juga: Menbud yakin KGPH Tedjowulan mampu emban amanat dan kolaboratif
Kerja sama dan kolaborasi kebudayaan diharapkan pada masa mendatang mampu menghadirkan jejaring sehingga dapat direalisasikan potensi kerja sama yang ada, terlebih pihaknya telah menghadirkan berlawanan internasional seperti CHANDI Summit hingga IPACS pada tahun lalu.
Pada kesempatan itu, Fadli Zon memaparkan kekayaan warisan sejarah dan budaya Indonesia yang ia sebut sebagai megadiversity yang meliputi 313 situs warisan budaya nasional, enam situs warisan budaya dunia yang diakui UNESCO, 2.727 warisan budaya tak benda Indonesia (WBTbI), 1.250 aset budaya yang dilestarikan hingga 53.243 museum dan cagar budaya.
Ia pun menambahkan bahwa pada 2026, pihaknya memprioritaskan pengelolaan kekayaan diversitas melalui pelindungan lebih kuat, akses yang lebih luas serta meningkatkan keahlian bagi komunitas dan pencipta budaya.
Pihaknya juga akan berfokus dalam pengembangan ekonomi berbasis budaya, peningkatan infrastruktur budaya dan melakukan konsolidasi budaya secara internasional.
"Oleh karena itu saya mengajak untuk bergabung bersama kami dalam kolaborasi yang lebih kuat pada tahun 2026. Saya percaya jika kita menyelaraskan sumber daya, keahlian, dan jaringan untuk mewujudkan hasil yang diharapkan," pungkasnya.
Baca juga: Menbud perkuat kolaborasi swasta dalam revitalisasi warisan budaya
Baca juga: Menbud: WBTbI menjadi instrumen tumbuhkan ekonomi di Indonesia
Baca juga: Fadli Zon nilai film Indonesia sudah jadi tuan rumah di negeri sendiri
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































