Jakarta (ANTARA) - Pemerintah RI menyampaikan duka cita yang mendalam kepada pemerintah dan rakyat Venezuela atas gempa bumi yang melanda negara itu pada 24 Juni 2026.
"Kami juga menyampaikan duka cita kepada keluarga para korban dan seluruh masyarakat yang terdampak oleh tragedi ini," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui unggahan di X, Sabtu (27/6).
Pemerintah RI juga menyatakan solidaritas kepada Venezuela yang tengah menghadapi bencana tersebut.
"Kami yakin masyarakat Venezuela memiliki kekuatan dan ketangguhan untuk bangkit dan pulih kembali," tulis Kemlu RI.
Gempa kembar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela pada Rabu malam dan tercatat sebagai gempa terkuat di negara itu dalam lebih dari 125 tahun terakhir.
Baca juga: Venezuela diguncang 300 gempa susulan
Hingga Jumat, jumlah korban tewas akibat gempa tersebut bertambah menjadi 920 orang, sementara 3.630 lainnya mengalami luka-luka, menurut Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodríguez, seperti dikutip Anadolu.
Wilayah La Guaira dan Caracas menjadi daerah dengan kerusakan infrastruktur paling parah.
Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez telah menetapkan status darurat nasional.
Pada Jumat sore, gempa susulan bermagnitudo 4,9 kembali mengguncang Caracas dan Maracay di tengah proses evakuasi korban.
Sementara itu, bantuan internasional mulai berdatangan, termasuk respons cepat dari Amerika Serikat dan tawaran bantuan kemanusiaan dari berbagai negara mitra.
Baca juga: Gempa Venezuela: Rodriguez berterima kasih atas bantuan Trump
Baca juga: Korban tewas akibat gempa kembar di Venezuela naik menjadi 920 orang
Pewarta: Yashinta Difa
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































