Jakarta (ANTARA) - Survei Indekstat mencatat Pemagangan Nasional meraih tingkat kepuasan tertinggi masyarakat di antara program pemerintah lainnya dengan skor 80,86 persen.
Selain itu, Pemagangan Nasional juga menunjukkan kinerja program tertinggi dalam hasil survei, yakni sebesar 80,24 persen.
"Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat haus akan program yang bisa langsung menjembatani mereka ke dunia kerja," kata Direktur Indekstat Ali Mahmudin dalam rilis hasil Survei Nasional Indekstat, yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu.
Program Magang Nasional merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja nyata bagi fresh graduate (maksimal 1 tahun setelah lulus) dan menekan pengangguran.
Program iu berlangsung selama 6 bulan di berbagai sektor industri (BUMN/swasta) dengan fasilitas uang saku setara Upah Minimum Provinsi/Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMP/UMK), jaminan sosial (BPJS Ketenagakerjaan), serta sertifikat.
Dia berpendapat meski dihantui isu pengangguran, pemerintah bukan tanpa upaya. Indekstat membedah tingkat kepentingan, kinerja, dan kepuasan masyarakat terhadap berbagai program pemerintah secara komposit.
Hasilnya, sambung dia, program yang menyasar langsung pada penyiapan tenaga kerja justru mendapat apresiasi tertinggi.
Ali juga menjelaskan untuk program unggulan lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki tingkat kesadaran hingga 95,2 persen, di mana masyarakat menuntut adanya evaluasi substantif.
Ditambahkan bahwa tuntutan evaluasi serupa juga dialamatkan pada program Swasembada Pangan Nasional dan program Peningkatan Gaji Guru.
Ia mengungkapkan terdapat beberapa aspek yang perlu dievaluasi dari program kerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dilihat dari aspek substantif dan prosedural.
"Dalam survei, terlihat program MBG, Swasembada Pangan Nasional, dan Peningkatan Gaji Guru berada dalam program dengan aspek substantif yang paling dipertahankan, namun secara simultan mendapat tuntutan evaluasi yang tinggi," ucap dia.
Sementara itu, dirinya menyebutkan program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra), yang diharapkan menjadi bantalan ekonomi masyarakat bawah, mendapat sorotan pada aspek prosedural.
Dikatakan bahwa publik mendesak adanya evaluasi terkait kejelasan informasi serta prosedur pendataan dan verifikasi penerima agar lebih tepat sasaran.
Adapun pengumpulan data survei Indekstat dilakukan pada rentang 11–25 Januari 2026 yang melibatkan 1.200 responden berusia 17 tahun ke atas di 38 provinsi secara proporsional. Survei memiliki tingkat toleransi kesalahan atau margin of error (MoE) sebesar 2,9 persen.
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































