INA perkuat edukasi penanganan malnutrisi lewat MAW 2026

1 week ago 5

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Nutrisi Indonesia (Indonesian Nutrition Association) atau yang dikenal dengan INA memperkuat peningkatan kesadaran akan pentingnya deteksi dini malnutrisi melalui kampanye Malnutrition Awareness Week (MAW) 2026.

“Pentingnya deteksi dini malnutrisi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia,“ kata presiden dari INA Dr. dr Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K), dalam keterangan resmi yang diterima, Senin.

Malnutrisi masih sering dianggap hanya terjadi pada orang yang sangat kurus atau kekurangan makanan. Padahal, malnutrisi dapat dialami siapa saja, termasuk anak-anak, ibu hamil, orang dewasa, lansia, pasien kanker, pasien penyakit kronis, juga pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Baca juga: SIAP MBG Nabire dukung deteksi dini stunting dan malanutrisi siswa

Malnutrisi terjadi ketika tubuh tidak memperoleh atau tidak dapat menggunakan energi dan zat gizi sesuai kebutuhannya.

Risiko malnutrisi meningkat pada orang dengan penurunan nafsu makan, penyakit kronis, kanker, gangguan saluran cerna, kesulitan mengunyah atau menelan, pascaoperasi, serta lansia dengan penurunan massa dan kekuatan otot.

Data American Society for Parenteral and Enteral Nutrition (ASPEN) melaporkan pasien rumah sakit dengan malnutrisi memiliki risiko kematian 2,3 kali lebih tinggi dan kebutuhan rehabilitasi 2 kali lebih sering.

Baca juga: ZeroStunting, inovasi kecerdasan buatan untuk perangi malnutrisi anak

Malnutrisi yang tidak terdeteksi berisiko memperpanjang masa rawat dan meningkatkan risiko pasien kembali dirawat.

Data ASPEN di Amerika Serikat menunjukkan biaya perawatan pasien malnutrisi sekitar 73 persen lebih tinggi. Angka tersebut bukan data Indonesia, tetapi menggambarkan besarnya dampak ekonomi malnutrisi.

Baca juga: IDAI sebut MPASI tepat di 1000 HPK cegah malnutrisi pada anak

Melalui Malnutrition Awareness Week (MAW) yang diinisiasi oleh ASPEN, kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan, pasien, keluarga, pembuat kebijakan, serta masyarakat umum mengenai pencegahan, identifikasi, dan penanganan malnutrisi.

Malnutrition Awareness Week (MAW) 2026 berlangsung pada 14–18 September 2026. Luciana menyampaikan INA sebagai Official Ambassador MAW 2026 turut berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan tenaga kesehatan akan pentingnya deteksi dini malnutrisi melalui kampanye di media sosial, mengadakan webinar bagi tenaga kesehatan dan juga sosialisasi melalui media digital.

Baca juga: Kiat untuk menghindarkan anak dari malnutrisi dan obesitas

Baca juga: Malnutrisi dapat membuat anak-anak berisiko terkena kanker

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |