IESR sebut perkuat pasokan untuk atasi antrean BBM di daerah

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Lembaga riset dan kajian energi, Institute for Essential Services Reform (IESR), menyatakan pemerintah dan Pertamina perlu memperkuat pasokan bahan bakar minyak di Sulawesi Selatan, dan Kalimantan seperti yang dilakukan di Jember, Jawa Timur, dalam upaya mengatasi antrean pembeli BBM di SPBU.

"Normalisasi distribusi di Jember setelah pengerahan 15 mobil tangki dari Surabaya menunjukkan bahwa tindakan cepat dan terkoordinasi dapat memulihkan akses," kata Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

IESR kata dia, mengapresiasi respons pemerintah daerah, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), dan Pertamina yang menambah armada mobil tangki, mengaktifkan nozzle, memperpanjang jam layanan, serta membuka jalur pasok alternatif.

Untuk itu, upaya serupa perlu dilakukan di Sulawesi Selatan dan wilayah Kalimantan yang masih menghadapi tekanan pasokan BBM secara akut.

"Namun, respons darurat tidak boleh menggantikan pembenahan sistemik," ujarnya.

IESR juga mendesak pemerintah segera memulihkan pasokan BBM di wilayah terdampak dalam 7–10 hari ke depan, sekaligus melakukan reformasi subsidi BBM secara menyeluruh.

Menurut dia, keterbatasan pasokan energi di Sulawesi Selatan, Jawa, hingga Sumatra mengindikasikan kelalaian antisipasi permintaan, distribusi yang rapuh, dan ketidaktepatan sasaran subsidi.

IESR menyampaikan keprihatinan kepada warga di sejumlah daerah yang mengalami antrean BBM berjam-jam, kesulitan memperoleh elpiji 3 kg, dan gangguan pasokan listrik bergilir.

Keadaan tersebut berdampak besar bagi para pekerja harian, pengemudi angkutan dan ojek, nelayan, petani, pelaku usaha mikro, serta rumah tangga yang bergantung pada energi untuk mencari nafkah.

Antrean panjang dan gangguan pasokan meningkatkan biaya transportasi dan distribusi pangan, mengganggu layanan publik, dan menekan daya beli masyarakat.

"Pemerintah harus membangun cadangan energi, memperkuat manajemen logistik, dan menjalankan strategi krisis sebagaimana diamanatkan Undang-undang (UU) Energi," katanya menambahkan.

Baca juga: Bahlil sebut peralihan konsumsi dan penimbunan BBM sebabkan antrean

Baca juga: Menteri Bahlil tegaskan cadangan BBM nasional aman

Baca juga: Pertamina tambah SPBU modular di CPI untuk urai antrean BBM Makassar

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |