Jakarta (ANTARA) - PT Nindya Karya membangun Hunian Danantara untuk penyintas bencana di Sumatera Barat (Sumbar).
Direktur Utama (Dirut) Nindya Karya Firmansyah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu mengatakan, di Sumatera Barat, terdapat beberapa titik hunian sementara (huntara) dengan penanggungjawab pembangunan berbeda-beda, tapi semua itu atas perintah Presiden RI Prabowo Subianto.
Untuk penyintas bencana banjir bandang di Malalo Tanah Datar, Chief Operating Officer (COO) Danantara menugaskan khusus BUMN Karya PT Nindya Karya membangunnya.
"Tidak di Tanah Datar saja, tapi ada di Malalo, Salareh Aie dan Padang Pariaman, kami ditugaskan khusus oleh Danantara untuk membangun Hunian Danantara," ujar Firmansyah.
Baca juga: Danantara-PTPP kebut pembangunan huntara di wilayah terdampak bencana
Proses pemulihan daerah bencana banjir bandang di Sumatra terus berlangsung, terutama memastikan korban bencana itu mendapat hunian sementara (Huntara).
Penugasan khusus ini, kata Firmansyah dengan catatan yaitu, Hunian Danantara harus dikerjakan cepat dan berkualitas.
"Alhamdulillah di lapangan, masyarakat dan Bupati Tanah Datar sangat mendukung pengerjaan Hunian Danantara, dan target selesai sebelum Januari berakhir," ujarnya.
Sebagai informasi, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan, seluruh hunian sementara (huntara) yang dikerjakan oleh Danantara dan diperuntukkan bagi penyintas banjir Sumatera ditargetkan selesai pada 25 Januari 2026.
Baca juga: Huntara Danantara ditargetkan selesai 25 Januari 2026
Ia mengatakan, seluruh proses pembangunan fisik diharapkan tuntas pada 22 Januari 2026 agar bisa segera dilanjutkan dengan pengisian furnitur. Percepatan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar masyarakat bisa segera menempati huntara.
Pembangunan huntara tidak hanya dilakukan di Batang Anai, tetapi juga dikerjakan secara serentak di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.
"Pembangunan ini merupakan komitmen pemerintah dalam percepatan pemulihan kondisi masyarakat pasca bencana di Sumatera Barat," kata Andre.
Baca juga: KSP: Huntara Danantara di Aceh Tamiang sudah sesuai saran Presiden
Pewarta: Aji Cakti
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































