HIMKI dorong pengembangan hub distribusi, sikapi dinamika global

2 hours ago 3
eskalasi konflik di Timur Tengah, telah memberikan dampak terhadap aktivitas sektor mebel-kerajinan yang bergantung pada rantai pasok dunia

Jakarta (ANTARA) - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendorong pengembangan hub pemasaran dan distribusi di pasar global sebagai langkah strategis menghadapi dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur dalam pernyataan yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, menegaskan bahwa geopolitik global, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah, telah memberikan dampak terhadap aktivitas sektor mebel dan kerajinan yang bergantung pada rantai pasok dunia.

Ia menjelaskan gangguan pada jalur logistik, penundaan pengiriman, hingga meningkatnya kehati-hatian pembeli dalam melakukan pembayaran menjadi sinyal nyata bahwa dinamika geopolitik telah terasa ke ekonomi domestik.

“Barang tertahan, pengiriman tertunda dan ritme pembayaran melambat," katanya.

Menurut Sobur, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor ini kini menghadapi perubahan lanskap yang tidak lagi sekadar fluktuasi pasar, melainkan pergeseran struktural yang dipengaruhi faktor geopolitik.

Baca juga: HIMKI dorong penguatan pasar jaga industri mebel dari tekanan global

Baca juga: HIMKI catat transaksi furnitur di IFEX 2026 capai 300 juta dolar AS

“Yang kita hadapi bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi pergeseran lanskap global. Dalam situasi seperti ini, ketahanan industri tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi oleh kemampuan beradaptasi terhadap ketidakpastian,” ujarnya.

Sebagai respons, HIMKI mendorong langkah strategis berupa diversifikasi pasar ekspor serta penguatan jalur distribusi alternatif guna mengurangi ketergantungan pada kawasan tertentu.

Salah satu inisiatif konkret yang kini tengah didorong adalah pembangunan hub pemasaran dan distribusi di kawasan Eropa, Amerika Serikat dan Kanada.

Menurut dia, langkah ini dinilai penting untuk memperpendek rantai pasok, meningkatkan kedekatan dengan pasar, serta memperkuat daya saing produk Indonesia.

“HIMKI sedang mendorong pembentukan hub di Eropa, Amerika dan Kanada sebagai bagian dari strategi jangka menengah. Ini bukan sekadar ekspansi, tetapi upaya membangun sistem distribusi yang lebih stabil dan adaptif terhadap perubahan global,” jelasnya.

Sobur menekankan inisiatif tersebut memerlukan dukungan pemerintah, baik dari sisi kebijakan, pembiayaan, maupun diplomasi perdagangan agar implementasinya dapat berjalan optimal.

Ke depan, HIMKI menilai momentum tekanan global ini harus dimanfaatkan sebagai titik refleksi untuk membangun sistem industri yang lebih tangguh, fleksibel dan adaptif terhadap risiko.

Ia optimistis dengan strategi yang tepat dan kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha, Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memperkuat posisinya dalam rantai pasok global.

“Ini bukan hanya soal bertahan, tetapi bagaimana kita mengubah tekanan menjadi momentum untuk naik kelas,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan Indonesia menjadi hub produksi manufaktur furnitur global melalui penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan serta peningkatan daya saing industri nasional.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan industri furnitur merupakan model hilirisasi kayu yang krusial karena bersifat padat karya, mampu menciptakan nilai tambah, serta memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Sektor ini juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global yang nilainya mencapai lebih dari 736,21 miliar dolar AS. Dalam lima tahun ke depan, Indonesia diproyeksikan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mampu memimpin dalam aspek desain dan keberlanjutan,” katanya.

Baca juga: HIMKI: RI punya keunggulan pacu industri furnitur di tengah konflik

Baca juga: HIMKI yakin industri furnitur RI mampu penuhi kebutuhan pasar global

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |