Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman akan meminta pemerintah pusat menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk Sulsel menyusul meningkatnya permintaan dan masih terjadinya antrean di sejumlah SPBU.
Andi Sudirman menyampaikan hal tersebut setelah bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali memantau SPBU di Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu.
"Kita akan meminta ke kementerian menambah kuota ke Sulsel karena banyak permintaan. Dulunya 700, sekarang 1.000-an lebih. Memang ada peningkatan," kata Andi Sudirman.
Ia tidak memerinci satuan maupun jenis BBM yang dimaksud dalam angka peningkatan tersebut.
Pemantauan itu dilakukan setelah pemerintah daerah bersama Pertamina melakukan evaluasi terhadap kondisi penyaluran BBM dalam dua hari terakhir.
Dalam pemantauan tersebut, Andi Sudirman mengatakan masih menemukan sejumlah nozel yang perlu ditertibkan dan dioptimalkan penggunaannya.
"Kita kembali melakukan pemantauan kondisi setelah evaluasi dua hari. Kita melihat pertama, kita temukan di lapangan adanya nozel yang perlu ditertibkan. Kita mendorong untuk mengaktifkan semua nozel agar bisa digunakan," katanya.
Pemerintah daerah mendorong seluruh nozel yang tersedia dapat dioperasikan untuk meningkatkan pelayanan dan membantu mengurangi antrean kendaraan.
Andi Sudirman juga meminta Pertamina mengoptimalkan penggunaan nozel yang belum beroperasi agar dapat dimanfaatkan untuk melayani pengisian Pertalite maupun Pertamax.
"Kita akan inovasi nozel, yang kosong kita akan ubah jadi Pertalite dan Pertamax untuk diakses. Kita terus dorong Pertamina," ujarnya.
Pemprov Sulsel bersama pihak terkait juga melakukan sejumlah langkah untuk mengurai antrean kendaraan, termasuk pengaturan kendaraan truk.
Sebelumnya, Andi Sudirman melakukan inspeksi mendadak di SPBU Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (10/9), setelah terjadi antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Saat itu, ia menemukan empat nozel pengisian di salah satu SPBU, tetapi hanya satu operator yang melayani konsumen.
Pemerintah daerah kemudian melakukan evaluasi bersama Pertamina untuk memperbaiki penyaluran dan pelayanan BBM kepada masyarakat.
Pemprov Sulsel juga menerapkan pembelajaran secara daring selama sepekan sebagai langkah sementara untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah persoalan distribusi BBM.
Andi Sudirman meminta masyarakat bersabar selama pemerintah daerah bersama Pertamina melakukan penanganan dan evaluasi penyaluran BBM.
"Saya mohon kesabaran masyarakat," katanya.
Ia mengatakan koordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait akan terus dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan tertib dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Baca juga: PT Pertamina Patra Niaga ubah konfigurasi kapasitas SPBU di Makassar
Baca juga: PT Pertamina Patra Niaga tingkatkan pasokan BBM ke SPBU di Sulsel
Baca juga: BBM sulit dicari, sekolah di Makassar beralih daring
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































