Grab apresiasi fleksibilitas mitra yang beri bantuan persalinan

6 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - Grab Indonesia mengapresiasi fleksibilitas dari mitra pengemudi yang memberi bantuan persalinan darurat pada penumpang beberapa waktu lalu.

“Fakta bahwa mitra pengemudi kami juga merupakan tenaga medis menunjukkan bagaimana fleksibilitas Grab memungkinkan individu dengan latar belakang dan keahlian yang beragam untuk memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat, bahkan dalam situasi yang tidak terduga,” kata CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Neneng menilai kejadian di Surabaya, Jawa Timur pada Senin (19/1) malam itu mencerminkan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan profesionalisme yang tumbuh di dalam ekosistem Grab.

Dia menambahkan bahwa fleksibilitas bukan sekadar soal pengaturan waktu kerja, tetapi bagaimana membuka ruang agar mitra dapat menjalani peran hidupnya secara utuh sebagai profesional, anggota keluarga, sekaligus bagian dari komunitas.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat dan penuh empati Dokter Rosa. Grab akan terus berkomitmen menghadirkan ekosistem yang aman, suportif, dan menjunjung tinggi keselamatan serta nilai kemanusiaan dalam setiap perjalanan,” ucap Neneng.

Baca juga: Soal isu merger Grab-GoTo, KPPU sebut belum terima notifikasi

Mitra pengemudi Grab Indonesia, Dokter Rosa, mengatakan sering dihadapkan dengan situasi tak terduga yang membutuhkan kepekaan dan keahlian medis.

Rosa bercerita kejadian tersebut menjadi pengalaman yang paling tidak bisa dilupakan selama beraktivitas sebagai pengemudi. Saat melihat kondisi penumpang tersebut, dia menilai bahwa kehamilannya tergolong kebobolan.

Sang ibu berinisial SM itu tidak mengetahui usia kehamilan karena tidak pernah melakukan pemeriksaan medis dan secara fisik juga tidak tampak seperti sedang hamil.

Usai memberikan bantuan, ia menolak untuk disebut sebagai pahlawan dan mengaku bersyukur dapat berguna bagi masyarakat.

Selain pengalamannya, Rosa juga bercerita mengenai kebiasaannya sebagai pengemudi GrabCar yang mengaktifkan aplikasi usai Magrib atau Isya. Waktu tersebut ia pilih setelah seluruh tanggung jawab rumah tangga rampung: pekerjaan utama selesai, anak-anak terurus, dan rumah dalam keadaan tenang.

Baca juga: Grab bawa mitra UMKM tampilkan cita rasa kopi Indonesia di WEF 2026

“Pada akhirnya saya memilih menyalurkan waktu dengan menjadi driver online. Lumayan untuk tambahan jajan anak-anak. Selain itu, saya bisa bertemu banyak orang, menambah wawasan, bahkan membantu mereka yang sedang membutuhkan,” kata dokter umum yang praktik di RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya itu.

Dokter Rosa sendiri telah bergabung sebagai mitra pengemudi GrabCar sejak Oktober tahun lalu. Dengan jadwal kerja utama yang tidak menentu serta tanggung jawab keluarga, fleksibilitas menjadi faktor penting baginya.

“Grab memberi saya ruang untuk bekerja saat saya mampu,” katanya.

Kadang ia menarik penumpang di malam hari, kadang hanya beberapa jam saja. Penghasilan dari on-bid tersebut ia gunakan untuk kebutuhan harian, mulai dari belanja dapur, pengeluaran kecil rumah tangga, hingga jajan anak-anak.

Baca juga: Menteri UMKM: Sinergi lintas sektor kunci ekosistem bisnis digital

Baca juga: Grab kucurkan Rp100 miliar untuk program kesejahteraan mitra

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |