Jakarta (ANTARA) - Petinju muda Argentina Tiago Dylan Gonzalez dan petinju asal Prancis Ibrahim Boukerdine tengah mematangkan persiapan untuk duel perebutan gelar juara dunia kelas bantam (53,5 kg) WBC Youth yang akan digelar pada 14 Februari mendatang di Dubai.
"Laga ini menjadi kesempatan menentukan siapa yang benar-benar siap melangkah ke level berikutnya di panggung internasional,” demikian pernyataan WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Senin.
Tiago Dylan Gonzalez memasuki laga ini dengan modal yang cukup solid. Petinju berusia 21 tahun itu mengantongi rekor enam kemenangan dan satu kekalahan, dengan empat kemenangan diraih melalui knockout (KO). Gaya bertarung agresif yang dipadukan dengan keberanian menekan lawan sejak ronde awal menjadi ciri khas petinju Argentina tersebut.
Baca juga: WBC umumkan daftar pemenang penghargaan "WBC Best of 2025"
Satu-satunya kekalahan Gonzalez terjadi pada Mei 2025, ketika ia harus mengakui keunggulan Nicolas Abalos melalui keputusan terbelah (split decision). Meski demikian, kekalahan itu tidak menyurutkan ambisinya. Sebaliknya, hasil tersebut justru menjadi pembelajaran berharga bagi Gonzalez untuk tampil lebih matang dan disiplin di atas ring.
Dengan ambisi besar merebut sabuk WBC Youth, Gonzalez berharap kemenangan di Dubai dapat menjadi pintu masuk menuju persaingan yang lebih ketat di kancah tinju internasional.
Di sisi lain, Ibrahim Boukerdine datang dengan kepercayaan diri tinggi berbekal rekor tak terkalahkan dalam karier profesionalnya. Petinju Prancis berusia 24 tahun itu telah mencatatkan lima kemenangan tanpa satu pun kekalahan, menunjukkan konsistensi dan ketenangan dalam menghadapi lawan-lawannya.
Baca juga: Thorslund dan Furtado bersiap untuk gelar juara dunia putri WBC
Pada laga terbarunya, Boukerdine sukses menaklukkan Loic Tajan melalui keputusan mutlak (unanimous decision) pada November 2025, sebuah kemenangan yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petinju muda potensial di kelas bantam.
WBC menegaskan bahwa kemenangan dalam laga ini memang tidak serta-merta menjamin ketenaran instan bagi sang pemenang. Namun, hasil positif akan menempatkan petinju yang keluar sebagai juara dalam radar perhatian dunia tinju, sekaligus mengangkatnya satu tingkat lebih tinggi di tangga persaingan tinju dunia usia muda.
Pertarungan di Dubai ini pun diprediksi berlangsung sengit, dengan kedua petinju sama-sama membawa ambisi besar untuk membuktikan bahwa mereka layak melangkah ke level berikutnya dalam perjalanan karier profesional masing-masing.
Baca juga: Juara WBC Barrios berjanji atasi Garcia untuk pertahankan sabuk
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































