Jakarta (ANTARA) - Fuomo membuka tahun baru dengan langkah strategis untuk mempertegas posisinya sebagai creator tools, bukan sekadar platform.
Setelah fase beta launch pada 2025 lalu yang difokuskan pada validasi kebutuhan kreator, Fuomo kini memperkuat fondasi melalui kolaborasi lintas benua. Bergabungnya Kevin Lee dari Korea Selatan sebagai Chief Financial Officer dan Cornelius dari Eropa sebagai Chief Technology Officer, menandai keseriusan Fuomo membangun tools monetisasi kreator dengan standar global, namun tetap relevan dengan konteks kreator Indonesia.
Arah Fuomo sejak awal tidak berubah, membantu kreator memperoleh pendapatan yang lebih adil, jelas, dan berkelanjutan dari karya mereka sendiri. Chief Executive Officer Fuomo Marcell Tee menegaskan bahwa masalah utama kreator bukan pada kreativitas atau audiens, melainkan pada sistem monetisasi yang sering kali tidak transparan.
“Kami ingin kreator punya kontrol penuh atas pendapatannya dan memahami dengan jelas bagaimana mereka dibayar. Fuomo dibangun sebagai tools yang memberi kepastian, bukan ketergantungan,” ujarnya.
Fuomo lahir dari kebutuhan nyata kreator akan alat yang membantu mereka mengelola karya, komunitas, dan pendapatan secara mandiri. Nama Fuomo merangkum lima nilai utama: Fans, Unlimited, Opportunity, Monetization, dan Outreach. Kelima nilai ini menjadi landasan dalam merancang tools yang memberi kebebasan berekspresi, membuka peluang monetisasi, dan memperluas jangkauan kreator tanpa mengorbankan kepemilikan karya.
Di tengah maraknya platform digital, Fuomo mengambil pendekatan berbeda dengan filosofi “tools, not platform.” Pendekatan ini semakin diperkuat oleh Chief Financial Officer Fuomo Kevin Lee yang membawa pengalaman dari ekosistem digital Korea Selatan.
“Model bisnis yang sehat selalu dimulai dari keberlanjutan kreatornya. Jika kreator memiliki alat yang tepat untuk tumbuh, maka ekosistem bisnisnya akan ikut berkembang,” jelasnya.
Dari sisi teknologi, Chief Technology Officer Fuomo Cornelius memastikan bahwa Fuomo dibangun sebagai creator tools berbasis cloud yang scalable, stabil, dan aman. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung kreator dari berbagai level, baik yang baru memulai maupun yang sudah memiliki basis pendukung yang solid.
“Ke depannya, kami akan merilis fitur-fitur creator tools baru secara bertahap, termasuk analytics engine berbasis AI. Fitur ini memungkinkan kreator memahami performa penjualan, perilaku supporter, serta mengoptimalkan strategi monetisasi secara lebih presisi,” jelas Cornelius.
Dalam praktiknya, Fuomo menawarkan skema monetisasi yang transparan dan berpihak pada kreator: komisi 10 persen untuk penjualan konten digital dan 3 persen untuk dukungan langsung dari penggemar. Kreator dapat menjual konten eksklusif seperti foto, ilustrasi, dan voice note, serta tengah mempersiapkan penambahan kategori video dan teks.
Seluruh fitur ini terintegrasi dengan analitik audiens untuk membantu kreator memahami komunitas mereka dan mengambil keputusan yang lebih tepat dalam berkarya maupun berbisnis.
Chief Marketing Officer Fuomo Triyanto melihat bahwa banyak kreator lokal sebenarnya sudah memiliki konsistensi, namun belum memosisikan diri sebagai pelaku bisnis kreatif.
“Fuomo hadir untuk mengubah cara pandang itu. Monetisasi tidak harus menunggu viral. Dengan tools yang tepat, langkah kecil pun bisa menghasilkan pendapatan nyata,” kata Triyanto.
Sementara itu dari sisi perlindungan, Chief Legal Officer Fuomo Oscar Bambang menegaskan bahwa hak kreator adalah fondasi utama ekosistem Fuomo.
“Hak cipta sepenuhnya milik kreator dan itu tidak bisa dinegosiasikan. Peran kami adalah memastikan seluruh proses berjalan aman, jelas, dan akuntabel agar kreator bisa fokus berkarya,” tegasnya.
Dengan kolaborasi Indonesia–Korea–Eropa, Fuomo memasuki fase baru sebagai creator tools yang dirancang untuk menjawab tantangan ekonomi kreator secara nyata.
Fuomo mengajak para kreator dan pendukungnya untuk mulai membangun ekosistem kreatif versi mereka sendiri. Kunjungi https://Fuomo.id/ dan jelajahi bagaimana creator tools Fuomo dapat membantu karya berkembang menjadi sumber penghidupan yang lebih pasti.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































