Fakta Pulau Kharg di Iran: Serangan AS ancam infrastruktur minyak

1 week ago 5

Beijing (ANTARA) - Kondisi kebuntuan tersebut kembali menyoroti pulau strategis di Teluk bagian utara itu, yang menangani sebagian besar ekspor minyak mentah Iran. Berikut fakta-fakta penting tentang pulau tersebut dan tujuan yang tampak jelas dari serangan AS.

MENGAPA PULAU KHARG PENTING?

Pulau Kharg terletak sekitar 25 km dari pesisir Teluk bagian barat laut di Iran.

Dengan panjang sekitar 6 km dan lebar 3 km, pulau tersebut menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran karena sebagian besar garis pantai Iran terlalu dangkal untuk kapal tanker besar.

Pulau itu berfungsi sebagai terminal utama ekspor minyak Iran sejak 1960-an, ketika fasilitasnya dibangun dengan keterlibatan perusahaan-perusahaan minyak AS.

Sejak saat itu, Teheran memperluas dan meningkatkan infrastrukturnya selama beberapa dasawarsa. Saat ini, minyak mentah yang dikirim dari Kharg menjadi sumber pendapatan utama pemerintah Iran.

Di pulau tersebut terdapat tangki penyimpanan, jaringan pipa, dan dermaga laut-dalam yang memungkinkan kapal tanker besar (supertanker) memuat minyak mentah. Banyak fasilitas terkonsentrasi dan terbuka, sehingga rentan terhadap serangan.

Kharg telah lama memiliki nilai strategis. Iran sangat mempertahankan pulau tersebut dan instalasi militer di sana.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Kamis (12/3) mengatakan bahwa setiap agresi terhadap pulau-pulau Iran akan "menghancurkan semua pengekangan".

MENGAPA FASILITAS MINYAK KHARG TIDAK DISERANG?

Para pengamat mengatakan bahwa keputusan untuk tidak menyerang infrastruktur minyak bisa mensinyalkan strategi AS yang lebih luas.

Kantor berita Iran, Fars News Agency, pada Sabtu (14/3) mengonfirmasi bahwa serangan AS menghantam posisi pertahanan, pangkalan, dan fasilitas helikopter, sementara instalasi minyak tidak tersentuh.

Kalangan analis menyebutkan beberapa kemungkinan alasannya, yakni:

Pertama, mencegah terjadinya guncangan energi. Terganggunya ekspor dari Pulau Kharg dapat mendorong kenaikan harga minyak global, memperburuk inflasi dan risiko ekonomi di seluruh dunia, serta berpotensi menjadi bumerang bagi AS.

Kedua, menjaga potensi "rampasan". Beberapa analis energi berpendapat bahwa Washington mungkin ingin mempertahankan infrastruktur minyak Iran agar tetap utuh, seandainya kepemimpinan Teheran saat ini dilengserkan.

Dengan demikian, Washington mungkin sudah memperlakukan aset energi Iran sebagai potensi hadiah perang, bukan sebagai sasaran militer.

Ketiga, membatasi reaksi negatif di dalam negeri Iran. Serangan terhadap fasilitas energi sipil dapat menggalang dukungan publik bagi pemerintah, alih-alih melemahkannya.

Laporan media AS menyebutkan bahwa Washington juga mencegah Israel agar tidak menyerang lokasi-lokasi penyimpanan energi Iran demi alasan ini.

Keempat, mengurangi aksi balasan regional. Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa serangan terhadap sektor energi mereka akan memicu serangan terhadap infrastruktur minyak dan gas di seantero Timur Tengah yang berkaitan dengan AS atau sekutunya.

APAKAH PASUKAN AS BISA MEREBUT PULAU TERSEBUT?

Beberapa laporan media AS menyebutkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan opsi untuk merebut pulau tersebut.

Merebut pulau itu akan melumpuhkan ekspor minyak Iran dan dapat memberikan daya tawar dalam negosiasi, kata para pakar keamanan.

Namun, kedekatannya dengan daratan Iran akan membuat setiap pasukan pendarat menjadi rentan terhadap serangan rudal, serangan drone, dan serangan dari laut, sehingga serangan amfibi menjadi jauh lebih berbahaya daripada serangan udara.

Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada Fox News bahwa pengerahan tersebut memperluas opsi militer dan bahwa unit itu siap untuk melaksanakan operasi darat jika diperintahkan. Selesai

Pewarta: Xinhua
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |