Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan aliran gas di Rokan, Riau, mulai pulih setelah ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang terjadi pada Jumat (9/1) dini hari.
“Sudah mulai mengalir dari beberapa hari yang lalu, tapi kan alirannya itu kami tambahkan secara bertahap. Tidak (langsung) maksimal, kami tahan (alirannya). Sudah dua kali meledak, jadi kami jaga (alirannya),” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.
Laode menyampaikan pemulihan aliran gas di Rokan, Riau, telah menjadi perhatian Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Penahanan aliran gas pun, lanjut dia, tidak dilakukan terlalu lama, sebab berpengaruh terhadap produksi minyak. Tahun ini, Kementerian ESDM memiliki target lifting minyak 610 ribu barel per hari, naik 5 ribu barel per hari apabila dibandingkan dengan target 2025.
Adapun estimasi produksi minyak yang hilang selama 20 hari imbas ledakan pipa gas sekitar 2 juta barel. Hilangnya produksi minyak tersebut menyebabkan Kementerian ESDM perlu mencari substitusi untuk menambal produksi yang hilang.
“Sekarang Kepala SKK Migas (Djoko Siswanto) ke Palembang. Di sana ada tambahan, jadi semua tambahan yang kecil-kecil kami upayakan,” kata Laode.
Kementerian ESDM memiliki tugas untuk menambah produksi sekitar 5 ribu–6 ribu barel per hari untuk menambal kehilangan produksi minyak akibat ledakan pipa gas PT TGI.
Ia memperkirakan, produksi minyak di Rokan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.
“Kemarin saya komunikasi, informasinya dalam dua hari ke depan,” ujar Laode.
Diwartakan sebelumnya, ledakan pipa gas PT TGI menimbulkan kebakaran hebat di Inderagiri Hilir, Jumat (2/1). 10 orang dilaporkan terluka, masing masing tiga kendaraan dan bangunan juga dilaporkan terbakar.
Kemudian, Kepala Kepolisian Resor Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar menyampaikan ledakan pipa gas kembali terjadi pada Jumat (9/1) dini hari di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau.
Tetapi ledakan tersebut tidak menimbulkan kebakaran seperti kejadian serupa yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Baca juga: PHR menemukan dua sumur migas pemukul besar
Baca juga: PHR tanda tangani perjanjian jual beli gas senilai Rp2,8 triliun
Baca juga: PHR dan EWP perkuat kolaborasi proyek gas berkelanjutan tekan emisi
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































