Sigi (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bora Pulu di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), diproyeksikan memberikan kontribusi penerimaan daerah melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan bonus produksi senilai Rp3,7 miliar per tahun.
"Jadi proyek ini ke depan akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 175 orang," kata Koordinator Penyiapan Program dan Wilayah Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Pandu Ismutadi, di Sigi, Kamis.
Ia mengemukakan pengembangan energi bersih di daerah tersebut tidak hanya berfokus pada pasokan listrik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah setempat.
Menurut dia, total investasi dalam pengembangan PLTP Bora Pulu mencapai 228 juta dolar Amerika Serikat (AS) dengan kapasitas rencana sebesar 40 megawatt (MW) yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2033 mendatang.
"Tentunya dengan kapasitas 40 megawatt, maka PLTP Bora Pulu mampu memasok listrik secara andal selama 24 jam penuh untuk 40.000 rumah tangga di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya sistem kelistrikan Sulawesi/Sulbagsel yang terhubung melalui GI 150 kV Palu Baru (Sidera)," katanya pula.
Ia menuturkan Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) Bora Pulu mencakup area seluas 78.388 hektare yang melintasi tiga wilayah administratif, yakni Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Donggala.
"Total cadangan mungkin tercatat mencapai 123 megawatt dan energi panas bumi ini bersifat base-load atau dapat beroperasi penuh 24 jam tanpa terpengaruh cuaca, sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh daerah penerima," ujarnya lagi.
Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi menjelaskan keberadaan PLTP Bora Pulu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah terpencil melalui pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan penerimaan daerah, serta program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh badan usaha pengembang.
"Tentunya pemerintah daerah memberikan kemudahan perizinan pendukung serta rekomendasi dari Bupati untuk proyek panas bumi di Kabupaten Sigi," kata Samuel.
Ia menyebutkan, juga memfasilitasi dan mendampingi dalam rangka percepatan penyelesaian lahan pembangunan PLTP tersebut.
"Pendampingan sosialisasi lanjutan dalam rangka pembangunan infrastruktur jalan dan tapak sumur pengeboran sumur eksplorasi," ujarnya.
PSPE panas bumi Bora Pulu penting diselenggarakan untuk membuktikan cadangan panas bumi dalam rangka pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Kabupaten Sigi, Sulteng.
Baca juga: Kementerian ESDM: Pengembangan panas bumi Ungaran dilakukan bertahap
Baca juga: ESDM komitmen jaga kawasan cagar budaya saat kembangkan PLTP Ungaran
Pewarta: Moh Salam
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































