Ekonom: Investasi SDM lewat MBG jadi magnet investor asing di WEF

2 weeks ago 12

Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi menjadi salah satu pesan utama Indonesia dalam menarik minat investor, khususnya melalui investasi jangka panjang pada sektor pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, MBG merupakan salah satu program makan gratis terbesar di dunia yang mampu mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM nasional. Program tersebut dinilai layak untuk disampaikan dalam forum internasional seperti World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

"Saya yakin sekali itu akan dikomunikasikan dan akan menjadi salah satu konsiderasi. Kenapa, karena diharapkan dengan investasi yang kita lakukan di MBG, itu bisa menjadi salah satu tool untuk membuat sumber daya manusia kita meningkat," kata Fakhrul di Jakarta, Rabu.

Fakhrul mengatakan bahwa investasi pada sektor SDM menjadi faktor penting yang diperhatikan investor asing karena berkaitan langsung dengan produktivitas, daya saing dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Meski demikian, Fakhrul menekankan pentingnya pemerintah tetap mengedepankan kebijakan lain yang mendukung peningkatan kualitas SDM, seperti pendidikan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

"Jangan lupa, kita tetap harus mengutamakan, mengedepankan hal-hal lain, baik itu terkait dengan pendidikan dan kesejahteraan," imbuhnya.

Sebagai informasi, Danantara Indonesia akan menawarkan kerja sama investasi ke sektor-sektor strategis nasional kepada para investor global, yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam gelaran WEF 2026.

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief mengungkapkan sektor-sektor strategis yang akan ditawarkan oleh Danantara, di antaranya terkait dengan transisi energi, ketahanan pangan, hingga pengembangan industri yang bernilai tambah.

"Sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas kami, yang juga strategis menjadi prioritas agenda pembangunan nasional. Kami sangat interested dengan isu-isu transisi energi, ketahanan pangan, dan pengembangan industri yang bernilai tambah ya," ujar Arief.

Arief memastikan bahwa Danantara fokus berinvestasi ke sektor-sektor yang membuka peluang penciptaan lapangan kerja di Tanah Air.

Baca juga: WEF jadi ajang Danantara tegaskan Indonesia terbuka untuk bisnis

Baca juga: Akademisi: Indonesia perlu hati-hati ambil momentum di WEF

Baca juga: Peneliti BRIN sebut WEF ajang strategis pacu industrialisasi RI

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |