Edukasi deteksi dini kanker payudara sasar mahasiswi di Jakarta

3 months ago 16

Jakarta (ANTARA) - Sekitar seribu mahasiswi di Jakarta mengikuti edukasi dini kanker payudara bertema “Ayo Sadari Setelah Menstruasi” digagas Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), PT Uni-Charm Indonesia Tbk melalui brand Charm, dan tenaga medis sejumlah rumah sakit pendidikan.

“Kanker payudara tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga usia muda. Karena itu, penting bagi perempuan muda untuk memahami tubuhnya sendiri dan mulai rutin melakukan pemeriksaan sejak dini,” ujar Dr. Agus Sutarman, SpB. Subsp Onk (K), MARS, salah satu pemateri kegiatan itu di STIKes RSPAD Gatot Subroto Jakarta dalam keterangan Charm di Jakarta, Senin.

Kegiatan dalam rangka peringatan Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia itu, untuk memperkuat kesadaran pentingnya deteksi dini kanker payudara di tengah peningkatan kasus penyakit tersebut di Indonesia.

Ia menjelaskan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) sebaiknya dilakukan 7 hingga 10 hari setelah hari pertama menstruasi.

Selain itu, perempuan juga dianjurkan menjalani pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) secara berkala dengan tenaga medis.

"Dengan deteksi dini, harapan hidup dan kesembuhan menjadi jauh lebih tinggi," katanya.

Baca juga: Teknologi robotik permudah rekonstruksi payudara pada operasi kanker

Menurut data Global Cancer Observatory pada 2022, terdapat lebih dari 66 ribu kasus baru kanker payudara di Indonesia, menjadikan jenis kanker paling banyak menyerang perempuan. Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari dua juta perempuan didiagnosis mengidap kanker payudara setiap tahun.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kanker payudara bukan lagi penyakit langka. Para ahli menegaskan penyakit ini bisa disembuhkan apabila ditemukan pada tahap awal. Akan tetapi, kesadaran untuk deteksi dini masih tergolong rendah. Banyak perempuan baru memeriksakan diri ketika gejala sudah berat atau memasuki stadium lanjut.

Ia menjelaskan edukasi bagi mahasiswi menjadi langkah penting memperluas jangkauan informasi kesehatan.

“Kami berharap mereka dapat menjadi agen edukasi yang menyebarkan kebiasaan Sadari ke lingkungan sekitar, agar semakin banyak perempuan yang saling menjaga dan peduli terhadap kesehatan payudara,” ujarnya.

Program edukasi “Ayo Sadari Setelah Menstruasi” telah dilakukan secara berkelanjutan sejak 2021, sedangkan kini memasuki tahun kelima. Melalui kolaborasi YKPI dan Charm, kegiatan ini telah menjangkau lebih dari 15 ribu perempuan di berbagai daerah di Indonesia.

Selain di kampus, kegiatan serupa digelar di sekolah menengah, komunitas perempuan, serta kelompok swasta dengan metode daring dan luring.

Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk Sri Haryani mengatakan edukasi ini bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya peningkatan kesadaran kesehatan perempuan Indonesia.

“Kami ingin mendorong lebih banyak perempuan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri setelah menstruasi. Menstruasi dan pencegahan kanker payudara saling berkaitan karena waktu tersebut merupakan saat yang paling tepat untuk mengenali perubahan pada payudara,” ujarnya.

Bagi YKPI, fokus utama kegiatan ini bukan hanya memberikan informasi medis, tetapi juga membangun kesadaran sosial bahwa menjaga kesehatan sebagai bentuk cinta terhadap diri sendiri.

Melalui pendekatan partisipatif dan bahasa yang mudah dipahami, para pemateri berusaha menghapus stigma bahwa membicarakan kesehatan payudara sebagai tabu.

Peringatan Bulan Kesadaran Kanker Payudara setiap Oktober menjadi kesempatan berbagai pihak menegaskan kembali pentingnya deteksi dini. Pesan utama dari kegiatan ini, perempuan diharapkan mengenali tanda-tanda pada tubuh sendiri, tidak takut memeriksa, dan segera berkonsultasi jika menemukan kejanggalan.

Dengan langkah kecil seperti Sadari, ribuan nyawa perempuan bisa diselamatkan setiap tahun.

Baca juga: Deteksi dini, kunci utama cegah kanker payudara

Baca juga: Alasan kasus kanker payudara stadium lanjut masih tinggi

Baca juga: SADARI sebagai langkah awal deteksi dini kanker payudara

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |