Jakarta (ANTARA) - PT Eastspring Investments Indonesia mencermati prospek sektor konsumer (barang konsumsi) yang berpotensi menguat ditopang oleh adanya berbagai program strategis pemerintah pada 2026, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Head of Multi Asset at Eastspring Investments Erik Susanto menilai semua instrumen investasi memiliki prospek yang positif pada 2026, seiring dengan prospek positif pertumbuhan ekonomi nasional.
“Untuk tahun ini kita melihat semuanya baik, untuk equity dan fixed income. Untuk equity kita lihat pertumbuhan ekonomi di tahun ini masih cukup baik di 5 persen lebih. Dan beberapa sektor juga akan ditopang oleh program pemerintah, baik dari moneter dan juga fiskal, terutama sektor konsumen yang kita lihat itu akan menjadi baik,” ujar Erik dalam dalam Press Conference: Eastspring Peduli Sumatra di Jakarta, Rabu.
Selain itu, lanjutnya, prospek positif sektor konsumer juga akan ditopang oleh momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah (H) yang jatuh pada pada Februari dan Maret 2026.
“Sebentar lagi juga kita akan memasuki bulan Puasa dan Lebaran. Ya itu akan menjadi penopang sektor konsumer juga akan lebih baik,” ujar Erik.
Terkait instrumen investasi pendapatan tetap (fixed income), Ia menilai memiliki prospek positif seiring dengan potensi akan dilakukannya pemotongan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) sebanyak dua kali sepanjang 2026.
“Di sisi lain fixed income juga masih oke. Karena tahun ini kita melihat ada dua kali potensi pemotongan suku bunga BI, yang mungkin terjadi di second half. Karena first half masih tertekan dengan rupiah yang melemah di sekitar 17.000 per dolar AS,” ujar Erik.
Namun demikian, Ia mengingatkan kepada para investor untuk tetap melakukan diversifikasi invetasi mereka selama 2026, di tengah masih adanya potensi gejolak ekonomi maupun geopolitik di tingkat global.
“Jadi dua-duanya sama baik, cuma kalau secara keseluruhan kita melihat ya kita harus melakukan diversifikasi lah,” ujar Erik.
Sebagaimana diketahui, pemerintah akan terus melanjutkan berbagai program strategis nasional pada 2026, salah satunya MBG.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan anggaran MBG tetap dialokasikan sebesar Rp335 triliun untuk tahun 2026, namun, dirinya akan mengevaluasi rencana anggaran untuk memastikan dana terserap optimal.
“Minggu depan akan saya lihat line per line anggaran mereka. Nanti kami lihat mana yang double counting,” ujar Purbaya.
Purbaya mencontohkan rencana anggaran MBG tahun 2025, yang mengalokasikan dana untuk pembelian kendaraan bermotor roda dua untuk mendukung implementasi program, namun, masih ada kendaraan yang belum terdistribusi hingga akhir tahun anggaran.
“Lumayan kan bisa saya coret (pos anggaran). Tapi saya akan lihat, masih ada atau nggak (pos anggaran) itu,” ujar Purbaya.
Baca juga: Mirae sarankan saham barang konsumsi pokok menjelang puasa dan lebaran
Baca juga: Danantara: Stimulus-proyek strategis katalis positif pasar saham 2026
Baca juga: IHSG tembus 9.000, Purbaya yakin tren penguatan berlanjut di 2026
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































