Dua pekan pascalongsor, 367 warga Kabupaten Serang masih mengungsi

2 weeks ago 18

Serang (ANTARA) - Sebanyak 367 warga Kampung Cibodas, Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, masih bertahan di pengungsian hingga Senin, memasuki dua pekan pascabencana longsor di lereng Gunung Gaupas.

Camat Padarincang, Agus Saepudin, di Serang, mengatakan ratusan warga tersebut belum diperbolehkan pulang karena potensi longsor susulan dinilai masih mengancam, mengingat lokasi permukiman hanya berjarak sekitar 300 meter dari titik longsor.

"Warga masih diungsikan karena khawatir. Hingga kini, saat malam hari suara gemuruh di titik longsor masih kerap terdengar," ujarnya.

Agus menjelaskan, pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari Bupati Serang terkait pemulangan pengungsi. Keputusan tersebut bergantung pada hasil kajian geologis mengenai kestabilan tanah di lereng Gunung Gaupas yang saat ini sedang diteliti oleh tim ahli di Bandung.

"Kami telah mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tetap bertahan di lokasi pengungsian sampai ada keputusan lebih lanjut dari Bupati berdasarkan hasil kajian teknis tersebut," katanya.

Saat ini, para pengungsi menempati Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Roudhotunnazah di dekat Kantor Desa Kadubereum. Fasilitas penunjang seperti dapur umum dan toilet darurat telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Salah satu pengungsi, Yuyun (32), mengaku sudah merasa jenuh tinggal di pengungsian selama dua pekan. Namun, trauma akan kejadian sebelumnya membuatnya enggan kembali ke rumah secara permanen saat ini.

"Sebenarnya ingin cepat pulang, tapi masih trauma dan takut ada kejadian lagi. Sesekali saya menengok rumah saat siang hari untuk mengambil barang, karena kalau malam biasanya terdengar suara gemuruh," tuturnya.

Baca juga: Khawatir longsor susulan, warga Padarincang Serang mengungsi

Baca juga: 13 lokasi di Batang terdampak banjir dan longsor

Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |