DPR sebut Thomas Djiwandono di BI akan jadi perekat fiskal dan moneter

1 week ago 5

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan bahwa sosok Thomas Djiwandono yang sudah disetujui untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia akan menjadi perekat, mediator, dan katalisator antara fiskal dan moneter.

Menurut dia, peran tersebut diperlukan bagi sebuah negara untuk menghadapi guncangan sebagai shock absorber dan pemerintah ingin melihat agar fiskal dan moneter betul solid.

"Insyaallah, berikan dulu kepercayaan untuk bekerja Deputi Gubernur yang baru ini menjalankan fungsi moneternya," kata Cucun di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Dia pun tak menampik soal selalu adanya anggapan-anggapan bahwa pasar terguncang terkait isu tersebut.

Namun, dia menegaskan bahwa Thomas perlu diberi kepercayaan dalam menjalankan tugasnya.

Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR RI menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 pada Sidang Paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

"Sekarang perkenankan kami menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat, apakah laporan Komisi XI DPR RI dapat disetujui?" kata Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa saat memimpin sidang paripurna.

Pertanyaan tersebut dijawab setuju oleh peserta rapat, disertai ketukan palu pimpinan sidang.

Dengan keputusan tersebut, Thomas Djiwandono secara resmi telah disetujui DPR menjadi Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatan pada 13 Januari 2026.

Baca juga: Rapat Paripurna DPR setujui Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI

Baca juga: Komisi XI nilai pengalaman fiskal bisa lengkapi kapasitas Thomas di BI

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |