Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan anggaran sebesar Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, pangan, pengelolaan air limbah hingga air minum sepanjang tahun 2025.
“Pemberian subsidi transportasi, pangan, pengelolaan air limbah dan air minum mencapai Rp 6,4 triliun,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat konferensi pers realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di Balai Kota, Rabu.
Adapun kebijakan tersebut dilakukan untuk melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah rentan.
Pramono menjelaskan, salah satu bentuk subsidi yang diberikan adalah dengan menahan tarif transportasi umum agar tidak mengalami kenaikan sepanjang 2025.
Tarif Transjakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta tetap sama guna menjaga keterjangkauan layanan bagi masyarakat.
Baca juga: 43 persen belanja daerah DKI dialokasikan untuk infrastruktur publik
Baca juga: 70 persen anggaran Dishub DKI digunakan untuk subsidi transportasi
Selain transportasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga memberikan subsidi dan keringanan tarif air bersih kepada masyarakat.
Pramono menyebutkan sekitar 386.000 pelanggan atau 34,8 persen dari total pelanggan menerima keringanan tarif air melalui Program Kartu Air Sehat.
Subsidi tersebut sejalan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga inflasi agar tetap terkendali. Sepanjang 2025, inflasi Jakarta tercatat sebesar 2,63 persen atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen.
Menurut Pramono, pengendalian inflasi dilakukan melalui berbagai upaya, mulai dari menjaga keterjangkauan harga, menjamin ketersediaan pasokan, memastikan kelancaran distribusi hingga memperkuat komunikasi publik.
“Kebijakan subsidi ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan menopang stabilitas ekonomi Jakarta,” ujar Pramono.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































