Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam rangka mengantisipasi hujan dengan intensitas tinggi yang bisa mengakibatkan banjir di kota metropolitan ini sepanjang tahun 2026.
“Kita sudah kalkulasikan sepanjang tahun itu Rp31 miliar," kata Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohammad Yohan saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.
Awalnya itu hanya dialokasikan Rp7 miliar. "Tapi berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada 2026 ada kecenderungan-kecenderungan seperti apa. Jadi ditambah lagi," katanya.
Yohan menjelaskan, penambahan anggaran itu dilakukan karena adanya rencana pelaksanaan OMC pada saat musim kemarau mendatang.
Baca juga: OMC bukan untuk hentikan hujan di wilayah Jakarta
Berbeda dengan OMC saat musim hujan, nantinya OMC saat musim kemarau dilakukan agar hujan turun di atas tanah bukan di atas laut.
“Kita juga ada niatan nanti masuk musim kering, justru kita coba gugurkan awannya di daratan. Beda metodenya (dengan OMC saat musim hujan),” kata Yohan.
Kendati demikian, Yohan mengatakan, total anggaran tersebut tak akan dipaksakan untuk terserap seluruhnya. Apabila situasi dirasa cukup kondusif maka OMC tidak akan dilakukan.
Baca juga: 2.000 jiwa mengungsi akibat banjir di Jakarta
Yohan juga memaparkan jumlah anggaran yang disiapkan untuk OMC periode awal dan pertengahan tahun sebesar Rp7 miliar.
“Itu dipersiapkan sekitar Rp7 miliar untuk tahap yang awal tahun ini. Awal dan pertengahan tahun ini itu Rp7 miliar. Tapi itu juga belum tentu terserap semua,” kata Yohan.
Sebab, kata Yohan, jumlah garam yang disebarkan dalam setiap penerbangan juga berbeda. Terkadang dibutuhkan 800 kilogram hingga 1 ton garam atau Natrium Clorida (NaCl).
“Satu hari itu 3 penerbangan. Itu detail-detailnya ada hitung-hitungan dari BMKG. Berapa NaCl yang harus dibawa," katanya.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































