Dinsos Mataram distribusi bantuan ke 191 KK terdampak cuaca ekstrem

2 weeks ago 13

Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah mendistribusikan paket bantuan sembako kepada 191 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban cuaca ekstrem berupa banjir dan angin kencang.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Samsul Adnan, di Mataram, Rabu, mengatakan pendistribusian bantun bagi korban cuaca ekstrem dimulai hari ini.

"Hari ini kami distribusi ke 191 KK di tiga kelurahan di Kecamatan Ampenan," katanya.

Tiga kelurahan yang terdampak banjir dan angin kencang tersebut meliputi Lingkungan Selaparang, Kelurahan Banjar sebanyak 12 KK, Kelurahan Pejeruk 10 KK, dan Lingkungan Kebon Talo, Kelurahan Ampenan Utara sebanyak 169 KK.

Paket sembako yang diberikan antara lain air mineral, beras, mi instan, dan susu. Selain itu, ada juga tikar dan selimut.

"Bantuan tersebut diberikan hanya sekali. Namun, jika kondisi mereka masih membutuhkan, pihak kelurahan bisa mengusulkan kembali," katanya.

Samsul mengatakan, untuk pendistribusian bantuan warga yang terdampak cuaca ekstrem di kelurahan lainnya, masih menunggu laporan dari masing-masing kelurahan.

"Pasalnya, kelurahan yang paling tahu persis kondisi warganya yang terdampak dan bantuan apa yang dibutuhkan," katanya.

Baca juga: Cuaca ekstrem, delapan pohon tumbang di Mataram pada Selasa pagi

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki sebelumnya mengatakan, dari 191 KK tersebut 3 KK di antaranya mengungsi karena terdampak angin kencang.

Sebanyak 3 KK yang mengungsi itu merupakan warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) nelayan Bintaro.

"Sebanyak 3 KK tersebut mengungsi karena atap huntara yang mereka tempati rusak berat karena angin kencang," katanya.

Mereka kini mengungsi di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bintaro dan tidak dibuatkan tenda darurat. Sedangkan lainnya yang terdampak, sejauh ini masih bisa menempati rumah masing-masing karena terdampak luapan air sungai.

Adapun dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi pada Selasa hingga Rabu (20-21/1) meliputi 3 unit rumah rusak ringan, kontainer pedagang kaki lima (PKL), gazebo di Taman Bako Ampenan, atap rusunawa rusak berat, lampu gawang jalan rusak, dan 8 pohon tumbang.

Oleh karena itu, upaya penanganan dan evakuasi yang dilakukan pascacuaca ekstrem antara lain asesmen di masing-masing lokasi terdampak, melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang dengan menurunkan tim reaksi cepat (TRC) penanggulangan bencana sebanyak dua regu.

Selain itu, juga melibatkan personel dari TNI/Polri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Perhubungan, camat, lurah, PLN untuk antisipasi gangguan listrik, dan unsur masyarakat sekitar.

Baca juga: BPBD Mataram minta masyarakat waspada terhadap potensi angin kencang

"Kondisi saat ini, hujan sudah mereda, pohon yang tumbang sudah dipotong, perbaikan beberapa fasilitas sedang berlangsung, serta pengangkutan dan pembersihan diusahakan secepatnya," kata dia.

Pewarta: Nirkomala
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |