Dinkes Papua Barat gencarkan CKG melalui pemanfaatan ruang publik

3 weeks ago 14

Manokwari (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat gencar melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan memanfaatkan ruang publik, simpul massa, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan guna meningkatkan capaian layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Dinkes Papua Barat dr. Alwan Rimosan di Manokwari, Sabtu, mengatakan capaian CKG di Papua Barat hingga saat ini masih tergolong rendah, sehingga membutuhkan strategi sosialisasi yang lebih masif dan menjangkau langsung masyarakat.

“Dari lebih 500 ribu penduduk Papua Barat, baru sekitar 40 ribu yang memanfaatkan layanan CKG. Di Kabupaten Manokwari sendiri, dari sekitar 200 ribu penduduk, baru sekitar 10 ribu warga yang memanfaatkan CKG,” ujarnya.

Sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, Dinkes Papua Barat merangkaikan layanan CKG dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di ruang publik.

Baca juga: CKG di Pasaman Barat telah menjangkau 358.390 orang

Salah satunya, CGK dan kegiatan donor darah dirangkaikan saat peringatan Isra Miraj di Masjid Ridwanul Bahri, Manokwari, Sabtu.

Menurut Alwan, program CKG bukan sekadar layanan kesehatan rutin, melainkan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang menuntut keterlibatan seluruh unsur pemerintah serta partisipasi aktif masyarakat.

“Oleh karena itu, kami terus berkolaborasi dengan tempat ibadah dan berbagai simpul massa lainnya agar pelaksanaan CKG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan ruang publik diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi sekaligus mengubah pola pikir masyarakat agar memeriksakan kesehatan tidak hanya saat sakit, tetapi juga ketika masih dalam kondisi sehat.

Baca juga: 740.000 warga Kota Semarang tercakup program CKG selama 2025

Program CKG awalnya dirancang untuk dimanfaatkan masyarakat pada momen hari ulang tahun. Namun sejak Agustus 2025, cakupan layanan tersebut diperluas untuk menjangkau anak sekolah, kelompok usia rentan, balita, serta lanjut usia.

Alwan menambahkan, peningkatan cakupan CKG membutuhkan peran aktif dinas kesehatan di tingkat kabupaten/kota. Namun demikian, upaya tersebut tidak dapat dilakukan sendiri tanpa dukungan dan sinergi lintas sektor.

“Dinas kesehatan tidak bisa bergerak sendiri. Diperlukan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar sosialisasi dan pelaksanaan CKG dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Ia berharap melalui pendekatan tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dini dapat terus meningkat dan berdampak pada perbaikan derajat kesehatan masyarakat Papua Barat secara keseluruhan.

Baca juga: Menkes: Mulai 2026, CKG sertakan skrining kusta percepat eliminasi

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |