Dinkes Lombok Tengah amankan sampel MBG diduga penyebab keracunan massal

3 weeks ago 17

Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengamankan sampel menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan puluhan pelajar di Desa Darmaji mengalami keracunan massal usai minum susu MBG tersebut.

"Sampel makanan (susu) telah kami amankan untuk dilakukan pengecekan atau uji lab," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah Suardi di Lombok Tengah, Sabtu.

Ia mengatakan pelajar yang mengalami keracunan makanan MBG tersebut bersekolah di SDN 1 Darmaji dan Madrasah Ibtidaiyah Hidayatuslohin. Berdasarkan data sementara jumlah korban sebanyak 38 orang baik pelajar SD maupun MI.

Ia mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika para korban mendapatkan makanan program MBG, dimana setelah mereka mengkonsumsi susu atau salah satu menu makanan tersebut mengalami gejala mual, pusing, perut mules.

"Gejala itu terjadi setelah korban meminum susu MBG," katanya.

Selanjutnya para pelajar yang diduga mengalami keracunan langsung di bawah ke puskesmas terdekat untuk ditangani tim medis puskesmas.

"Mereka di rawat di Puskesmas Muncang dan Pengadang," katanya.

Dari puluhan korban, di Puskesmas Muncang 12 orang rawat jalan 2 orang rawat inap. Sedangkan di Puskesmas Pengadang 24 orang jalan semua atau tidak ada yang rawat inap.

"Tidak ada korban jiwa, korban mengalami gejala mual, pusing, perut melilit," katanya.

Tim Satgas MBG Kabupaten Lombok Tengah Lalu Setiawan mengatakan pihaknya bersama koordinasi wilayah program MBG dan dari Dinas Kesehatan telah turun melakukan penanganan terhadap para korban keracunan program MBG tersebut.

"Sampel makanan telah diambil untuk dilakukan uji laboratorium. Korban telah pulang, hanya dua orang yang dirawat inap," katanya.

Baca juga: Satgas MBG Manokwari terus pantau mutu dan kelayakan makanan

Baca juga: 688 warga Grobogan sembuh dari dugaan keracunan MBG dan 54 dirawat

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |