Dinkes Banjar gelar layanan kesehatan massal di tiga desa rawan banjir

1 month ago 19

Banjar, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar bakti kesehatan massal sebagai tindak lanjut penanganan banjir di tiga desa rawan banjir.

Kegiatan menyasar tiga desa rawan banjir itu, yakni Desa Pemakuan dan Tajau Landung (Kecamatan Sungai Tabuk) serta Desa Tunggul Irang Ulu (Kecamatan Martapura).

Tim Dinkes bersama personel PSC 119 dipimpin M Kholdani di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu, mengatakan pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, asam urat, konsultasi medis serta pembagian obat salep kulit.

Selain itu, ratusan balita dan ibu hamil menerima biskuit tinggi protein sebagai upaya pencegahan stunting.

Baca juga: Pemkab Banjar bagikan ribuan nasi bungkus untuk warga terdampak banjir

Ia mengatakan kegiatan ini bagian dari sinergi penanganan banjir oleh Pemerintah Kabupaten Banjar.

“Kami melakukan skrining dini penyakit tidak menular yang kerap meningkat pasca-bencana,” ujarnya.

Dia mengatakan lebih dari 500 warga tercatat telah mendapatkan layanan dengan puluhan kasus hipertensi dan gangguan kulit.

Warga menyambut antusias kegiatan tersebut.

“Rumah kebanjiran, kulit gatal-gatal. Untung Dinkes datang cepat setelah banjir surut, tekanan darah saya dicek dan dikasih salep,” ujar Siti (35), warga Pemakuan.

Bakti kesehatan ini sejalan dengan program prioritas Pemkab Banjar dalam implementasi UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 dan Rencana Penanganan Bencana 2026.

Dinkes Banjar berencana melanjutkan kegiatan serupa di kecamatan lain terdampak banjir dengan melibatkan posyandu untuk pemantauan berkelanjutan.

Baca juga: Disdik Banjar terapkan PJJ akibat banjir rendam ratusan sekolah

Baca juga: Mensos beri dukungan psikososial bagi korban banjir di Banjar-Kalsel

Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |